Mantan Kepala Interpol Meng Hongwei Ditahan, Istrinya Grace Meng Diteror

Istri mantan Kepala Interpol, Grace Meng mengaku sebelum suaminya, Meng Hongwei, ditangkap karena kasus penyuapan, dia sempat menerima pesan singkat dari suami, berisi gambar pisau.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 10 Oktober 2018 09:18 WIB
kepala Interpol Meng Hongwei - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Istri mantan Kepala Interpol,  Grace Meng mengaku sebelum suaminya, Meng Hongwei, ditangkap karena kasus penyuapan, dia sempat menerima pesan singkat dari suami berisi gambar pisau.

Grace Meng melaporkan kehilanga suami sejak akhir September ke kepolisian Lyon, Perancis. Ternyata, Meng Hongwei ditangkap atas dugaan korupsi dan ditahan di China.

Grace menyangkal ada kerja sama penyuapan dan melibatkan suaminya. Dia mengatakan kepada media tentang hilangnya sang suami telah menempatkan dirinya dalam bahaya. Pada 25 September 2018, Grace mengaku masih menerima pesan dari sang suami dengan pesan singkat, "tunggu telepon dari aku," tulis Meng Hongwei.

Grace mengatakan, Meng Hongwei juga masih mengirimkan pesan tambahan berupa emoji bergambar pisau. Pesan tersebut dikirimkan Meng dalam perjalanan kembali ke China. Setelah seminggu menunggu kabar tak menentu, pada suatu sore di rumahnya di Lyon, Grace berusaha menidurkan dua putranya, lalu dia menerima telepon ancaman dari ponsel dari seorang pria menggunakan bahasa China.

"Katanya, "Anda dengarkan saja, tetapi jangan berkata apapun'", ujar Grace memberi pengakuan seperti yang dilansir pada Time, Rabu (10/10/2018).

Pria Tak Dikenal

Pria tak dikenal melalui ponsel pun melanjutkan, "Kami ada dua tim, dua tim ini hanya untuk Anda," kata Grace mengulang.

Grace menambahkan bahwa lelaki tak dikenal itu mengatakan, "Kami tahu di mana kamu berada," dan dia mencoba memberikan pertanyaan, namun lelaki itu kembali mengulang ancaman, "Anda dengarkan saja, tetapi jangan berkata apapun. Dengarkan saja saya."

Alhasil, saat ini Grace berada dalam perlindungan kepolisian Perancis.

Meng Hongwei menjadi tersangka suap dan sejumlah kasus lain. Interpol memberi keterangan bahwa Meng telah mengundurkan diri sebagai kepala agen kepolisian internasional tersebut. Masih belum ada kejelasan, keputusan itu diambil atas kehendak Meng atau paksaan.

Grace menilai kasus penyuapan hanyalah alasan untuk mengeluarkan suaminya.

"Sebagai istrinya, saya tak yakin dia bisa melakukan ini," ungkap Grace.

Dia menegaskan akan membuka rekening mereka ke publik.

Grace mengaku tidak ingin memberikan lebih banyak informasi tentang nama aslinya karena cemas akan mengganggu keamanan dan kenyamanan kerabat mereka di China. Lagipula, tidaklah umum di China, para istri mengadopsi nama suami.

Dia tetap mengakui nama suami sebagai bentuk solidaritas terhadap suami, namun Grace hanyalah nama lain yang sudah lama digunakan.

Polisi Prancis Menginvestigasi

Pengadilan di Prancis menilai dalam kondisi tak menentu ini, kepolisian masih menginvestigasi ancaman kepada Grace Meng. Namun, belum juga ada kepastian apakah ada penyidik asal China yang dikirim ke Lyon.

Sebagai informasi, Meng Hongwei adalah juga wakil menteri bidang keamanan di China. Dia awalnya menghilang dalam perjalanan menuju China akhir bulan lalu. Pria berusia 64 tahun itu adalah salah satu loyalis Partai Komunis yang sudah sangat berpengalaman dalam hal keamanan di China.

Meng Howei adalah salah seorang pejabat tinggi yang diduga korup dan tidak setia dibawah Presiden Xi Jinping.

Meng Howei lahir di Harbin, Provinsi Heilongjiang, pada November 1953, tetap menarik. Gelar sarjana hukumnya diperoleh dari Peking University dan masternya dari Central South University.

Pria berusia 65 tahun itu mendarmabaktikan dirinya di dunia kepolisian dan penegakan hukum kurang lebih 40 tahun. Sejak 2004 hingga sebelum dibui, Meng menduduki kursi Wakil Menteri Keamanan Publik.

Sepanjang periode tersebut, beberapa jabatan penting disandangnya, seperti Kepala Biro Kepolisian Maritim dan Deputi Direktur Lembaga Kelautan.

Sejak 2004 pula, Meng menjabat Kepala Interpol China. Jabatan diembannya selama 12 tahun sampai dia terpilih sebagai Kepala Interpol dalam Sidang Umum ke-85 Interpol di Nusa Dua, Bali, pada November 2016.

Tag : china, interpol
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top