Cegah Antrean Panjang, Wapres Minta SPBU Palu Jual BBM Pakai Takaran Konvensional

Demi menghindari antrean terlalu panjang yang bisa memantik emosi, SPBU di Palu diminta menjual BBM menggunakan takaran liter konvensional.
Newswire | 05 Oktober 2018 13:23 WIB
Warga mengantre BBM di SPBU, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa dan tsunami yang melanda wilayah Palu mengakibatkan kesulitan BBM. - Antara/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, PALU - Demi menghindari antrean terlalu panjang yang bisa memantik emosi, SPBU di Palu diminta menjual BBM menggunakan takaran liter konvensional.

Hal itu dikatakan Wapres Jusuf Kalla ketika memimpin rapat koordinasi penangananan bencana gempa bumi dan tsunami di Posko Penanggulangam Bencana Korem 132/Tadulako, Palu, Jumat (5/10/2018) siang.

"Bikinkan corong [dari] seng saja, jadi bikin 10 [corong] di satu SPBU, cepat, [supaya] antrenya bisa setengah jam. Daripada [sekarang] enam jam antre orang, bisa bikin marah lagi orang," kata Wapres Jusuf Kalla.

Menjual BBM secara eceran tersebut, menurut Wapres, lebih efisien secara waktu untuk dijual kepada masyarakat daripada menunggu pasokan listrik mengaliri sejumlah SPBU di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan beberapa daerah terdampak bencana.

Wapres meminta petugas SPBU untuk tidak membatasi jumlah pembelian juga tidak melarang warga menjual kembali BBM yang dibeli secara eceran tersebut. Syaratnya, ujar Wapres, warga tidak mengambil untung terlalu banyak.

"Kalaupun dia [warga] jual lagi, itu tidak apa-apa, biarkan saja. Rakyat juga perlu makan. Biar saja dijual, paling tinggi dia tambah Rp1000 (per liter). Ya tidak mungkin kan dia minum, tidak mungkin dia buang," kata Wapres.

Wakil Presiden Jusuf Kalla bertolak ke Palu, Jumat (5/10/2018) pagi. Wapres meninjau langsung kondisi pascabencana gempa bumi dan tsunami yang melanda daerah tersebut pada Jumat (28/9/2018).

Di sela-sela kunjungan ke lokasi bencana, Wapres berhenti di sebuah SPBU untuk memeriksa situasi antrean warga yang ingin membeli BBM.

Sumber : Antara

Tag : Donggala, Gempa Palu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top