Fact or Fake: Demokrat Mundur dari Koalisi Gara-Gara Hoax Ratna Sarumpaet

Pengakuan bersalah Ratna Sarumpaet ternyata bukan membuat masalah hoax pemukulan berahenti di situ. Ada pihak yang mencoba memanfaatkan polemik itu untuk mengadu domba Prabowo dengan Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sutarno | 04 Oktober 2018 17:02 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono menyampaikan pidato politiknya dalam acara HUT Ke-17 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (17/9/2018). Acara itu menggagas tema "Utamakan Rakyat dan Bangun Politik Yang Beradab". - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Pengakuan bersalah Ratna Sarumpaet ternyata bukan membuat masalah hoax pemukulan berhenti di situ. Ada pihak yang mencoba memanfaatkan polemik itu untuk mengadu domba Prabowo dengan Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Muncul twitter dari akun @SBYudhoyon0 dengan postingan bernada marah untuk menyatakan keluar dari koalisi  Adil Makmur kubu Prabowo-Sandiaga Uno.

“SAYA DALAM WAKTU DEKAT AYAS NAMA KETUA PARTAI DEMOKRAT AKAN MENYATAKAN MUNDUR DARI KOALISI Adil Makmur @prabowo @sandiuno, Karena telah melakukan Fitnah jahat dan kabar palsu tentang penganiayaan!! Terima Kasih,” kicau akun @SBYudhoyon0 tersebut.

Akun twitter palsu SBY

Sekilas, membaca postingan twitter tersebut kita langsung berkonotasi bahwa akan terjadi perpecahan antara SBY dengan Prabowo, karena SBY menyatakan sikapnya secara terbuka melalui cuitan twitter.

Namun, jika dicermati nama akun @SBYudhoyon0 ternyata berbeda dengan nama akun SBY dengan @SBYudhoyono. Perhatikan, ada perbedaan di huruf terakhir.

Akun resmi SBY @SBYudhoyono menggunakan huruf terakhir “o”, sedangkan akun tiruannya @SBYudhoyon0 menggunakan angka “0” (nol).

Lagi pula dalam praktik dunia politik, tidaklah mungkin anggota koalisi mundur tanpa pembicaraan terlebih dahulu dengan anggota koalisi yang lain.

Pandangan Partai Demokrat terhadap kepalsuan cerita Ratna Sarumpaet sangat tegas: memita pemecatan Ratna Sarumpaet sebagai juru kampanye pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Sikap tegas Partai Demokrat itu disampaikan oleh pengurus DPP Partai Demokrat yaitu Jansen Sitindaon.

"Selesai sudah anda hari ini bu @RatnaSpaet. Kemampuan teater puluhan tahun malah anda gunakan untuk membohongi semua orang bahkan negara. Pemain DRAMA kelas satu memang anda. Segeralah anda menjauh dari politik karena sudah tidak ada lagi yang percaya. --Pecat RS dr Jurkamnas Prabowo-Sandi!," ujarnya melalui akun Twitter @jansen_jsp  Rabu (3/10/2018).

Sikap Demokrat itulah yang dimanfaatkan oleh pemilik akun twitter @SBYudhoyon0 untuk memperuncing polarisasi antar Demokrat dengan Prabowo dengan memposting pengunduran diri Demokrat dari Koalisi Adil Makmur.

Oleh Admin Twitter, akun @SBYudhoyon0 yang sempat memiliki 150 follower itu langsung diblokir. Bukan karena Twitter memihak kepada salah satu kubu capres-cawapres, tetapi semata-mata karena ada praktek pemalsuan akun.

Tag : Pilpres 2019, Fact or Fake
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top