Rangkuman 13 Perkembangan di Palu Hari Keempat Pasca Bencana

Sebanyak 1.273 personel TNI dan Polri dengan menggunakan KRI Makassar-590 tiba di Dermaga Pantoloan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa
Miftahul Ulum | 03 Oktober 2018 07:39 WIB
Warga berjalan di depan rumah mereka yang dihantam gempa dan tsunami di Desa Wani, Donggala, Sulawesi Tengah, di dekat kapal feri yang terangkat dari lautan ke daratan. Gempa dan tsunami terjadi pada Jumat (28/9/2018) menjelang malam dan foto diambil pada Selasa (2/10/2018). - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan situasi dan keamanan di Palu dan sekitarnya serta penyelamatan, evakuasi, pengiriman bantuan ke kawasanan terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah berjalan positif.

Berikut sejumlah perkembangan signifikan situasi di sana:

  1. Sebanyak 346 personel TNI-Polri, berhasil mensterilkan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Kota Palu dari kerumunan para pengungsi yang ingin keluar dari Kota Palu.
  2. Pemerintah menanggung biaya rekonstruksi di sejumlah daerah yang terdampak gempa di Sulawesi Tengah.
  3. Tim di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memobilisasi 10 unit eskavator dan masuk ke Donggala dan Sigi.
  4. Perbedaan tsunami dan gempa di Palu dengan bencana lain seperti gempa Lombok adalah fenomena likuifaksi, di mana 1.332 rumah di Boloroa runtuh dan sebagian terhisap tanah dan tertimbun lumpur. Likuifaksi atau pencairan tanah terjadi juga di Kelurahan Petobo, Kota Palu; jalan Dewi Sartika, Palu Selatan; dan Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, kabupaten Sigi.
  5. Kelurahan Balaroa didiami lebih dari 13.000 jiwa tersebar di 33 RT, 13 RT diantaranya porak poranda dihajar gempa. Diperkirakan jumlah jiwa di titik itu mencapai 5.000 orang.
  6. Distribusi air bersih melalui dua mobil tangki, 15 unit hidran kapasitas 2.000 liter dan tiga unit "dump truk" serta mulai dipasang 15 unit WC "knock down" yang sudah terpasang. Penyediaan air bersih jadi prioritas dan mendesak.
  7. Dari dari Makasar, Surabaya dan Bekasi sedang dikirim mobil tangki air, 25 unit hidran 2000 liter, 45 WC knock down, 34 tenda darurat, lima unit dump truck, tiga unit mobil IPA dan empat unit mobil tinja, tiga unit genset.
  8. Pembersihan ditargetkan paling lambat berlangsung selama 2 pekan hingga Oktober 2018. Selanjutnya konektivitas juga sudah terhubung sehingga Palu bisa diakses dari Gorontalo, Mamuju dan Poso.
  9. PT PLN memastikan 30% kondisi kelistrikan di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) membaik. Listrik PLN mengalir ke Radio Republik Indonesia (RRI) Palu, Korem Tandulako dan Rumah Sakit Balai Keselamatan dimana sehari sebelumnya, Senin (1/10) Palang Merah Indonesia (PMI) Palu.
  10. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia Budi Gunawan memastikan kondisi keamanan di Palu dan sekitarnya sudah semakin kondusif karena aparat keamanan sudah berhasil mengendalikan situasi.
  11. BIN menilai penjarahan karena warga panik akan kehabisan makanan. Namun, ia memastikan bahwa kerugian akan diganti oleh pemerintah.
  12. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto mengatakan polisi mengejar empat penyebar hoaks yang berkaitan dengan bencana gempa bumi dan tsunami di Donggala, Palu, dan sekitarnya yang telah teridentifikasi oleh kepolisian.
  13. Sebanyak 1.273 personel TNI dan Polri dengan menggunakan KRI Makassar-590 tiba di Dermaga Pantoloan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa.

Seperti diketahui, tsunami dan gempa terjadi di Palu, Jumat (28/9/2018). Tsunami menghantam kawasan barat pesisir Palu dan Donggala. Adapun gempa menyebabkan fenomena tanah ambles, lumpur naik permukaan dan menghancurkan ribuan rumah, di antaranya di Petobo, Boloroa maupun Sigi. 

Sumber : Newswire/Antara

Tag : Gempa Palu
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top