Trump Incar Iran di Sidang Umum PBB

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan menyerang program dan ambisi nuklir Iran dalam pidato keduanya di depan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di markas PBB di New York, AS, Selasa (25/9/2018) waktu setempat.
Renat Sofie Andriani | 25 September 2018 16:46 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Iran Hassan Rouhani. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan menyerang program dan ambisi nuklir Iran dalam pidato keduanya di depan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di markas PBB di New York, AS, Selasa (25/9/2018) waktu setempat.

Trump, yang mengancam akan “menghancurkan secara total” Korea Utara (Korut) dalam pidatonya di PBB tahun lalu, diperkirakan akan menggunakan kekuatan tekanannya terhadap Iran.

Beberapa penasihat kebijakan luar negeri AS menilai pidato Trump, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (25/9) pukul 10.15 pagi waktu New York, akan mengulang tema yang diusungnya tahun lalu yakni “kedaulatan”.

Mengingat hubungan AS dengan Korut telah membaik selama setahun terakhir, Iran menjadi sosok antagonis utama dalam kebijakan luar negeri AS kali ini.

Trump telah menarik AS keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran serta menandatangani dasar perjanjian dengan Korut sehubungan dengan pelucutan program nuklir negara Asia Timur tersebut. Tekanan Trump yang sebelumnya dilancarkan kepada Korut pun saat ini disesuaikan terhadap Iran.

“Kami telah memberlakukan sanksi yang sangat ketat terhadap Iran. Semakin banyak [sanksi] yang datang,” ujar Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton seperti dilansir Bloomberg.

Dia melanjutkan AS mengharapkan Iran melakukan perubahan sikap besar-besaran. Negeri Paman Sam disebut akan terus melakukan tekanan terhadap sampai hal itu terjadi.

Pada Rabu (26/9), Trump akan menjadi tuan rumah sidang Dewan Keamanan (DK) PBB dengan fokus pada pengembangan senjata pemusnah massal oleh Iran dan negara-negara lain.

“Anda dapat bertaruh Presiden [Trump] akan menyampaikan kata-kata tegas yang layak diterima rezim Iran, yang merupakan salah satu pelanggar terburuk atas resolusi DK PBB, jika bukan yang terburuk di dunia,” kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Trump menyatakan dirinya terbuka untuk bertemu dengan para pemimpin Iran. Namun, Presiden Iran Hassan Rouhani, dalam sebuah wawancara dengan NBC News pada Senin (24/9), menegaskan kampanye tekanan yang dilancarkan Trump tidak akan membawa pemerintahnya ke meja perundingan.

AS, sebut Rouhani, harus terlebih dahulu bergabung kembali dengan perjanjian nuklir yang dinegosiasikan oleh pendahulu Trump, Barack Obama.

“Jembatan itu harus dibangun kembali,” ucapnya.

Rouhani juga menyebut ancaman Pemerintahan Trump untuk menghambat ekspor minyak negaranya sebagai sebuah janji kosong.

Tag : iran, Donald Trump
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top