Skandal Pemilu AS: Bekas Penasihat Keamanan Trump Divonis 18 Desember

Michael Flynn, yang mengaku berbohong kepada FBI, akan dijatuhi vonis pada 18 Desember tahun ini. Demikian catatan pengadilan pada Rabu, (19/9/2018) waktu setempat.
Newswire | 20 September 2018 12:20 WIB
Michael Flynn - politicususa.com

Bisnis.com, WASHINGTON - Buntut skandal pemilu AS, bekas  penasihat keamanan nasional Presiden AS Donald Trump berurusan dengan pengadilan.

Michael Flynn, yang mengaku berbohong kepada FBI, akan dijatuhi vonis pada 18 Desember tahun ini. Demikian catatan pengadilan pada Rabu, (19/9/2018) waktu setempat.

Flynn pada Desember 2017 mengaku bersalah berbohong kepada FBI soal kontak-kontak yang dilakukannya dengan Rusia.

Pengakuan bersalah itu ia nyatakan sebagai bentuk kerja sama dalam penyelidikan yang dipimpin Jaksa Khusus Robert Mueller atas campur tangan yang dilakukan Rusia pada pemilihan presiden AS 2016.

Menurut pengajuan yang disampaikan bersama di Pengadilan Distrik AS di Washington oleh para pengacara Flynn dan para jaksa penuntut pada Senin, vonis terhadap Flynn kemungkinan dikeluarkan paling cepat 28 November.

Para jaksa telah beberapa kali menunda tanggal pengumuman putusan itu sejak Flynn menyatakan bersalah. Sementara itu, pengacara Flynn, Robert Kelner, mengatakan dalam persidangan pada Juli bahwa kliennya ingin segera mendapatkan jadwal pembacaan putusan agar ia dapat melupakan masalah yang menimpanya.

Tanggal penentuan vonis mengisyaratkan bahwa kerja sama yang sedang berjalan antara Flynn dan kantor Mueller akan segera berakhir.

Flynn merupakan anggota pertama pemerintahan Trump yang menyatakan bersalah.

Kejahatan Flynn terkuak dalam penyelidikan pimpinan Mueller atas usaha Rusia memengaruhi pemilihan AS 2016 serta atas kemungkinan persekongkolan oleh para pembantu Trump.

Berdasarkan kesepakatan, Flynn mengaku dalam persidangan di pengadilan Washington bahwa ia berbohong ketika ditanya para penyilidik FBI soal percakapannya dengan duta besar Rusia saat itu, Sergei Kislyak, hanya beberapa minggu sebelum Trump mulai menjalankan jabatan sebagai presiden.

Trump sendiri telah membantah mengetahui apa pun soal kontak antara kalangan Rusia dan tim kampanyenya. Ia menganggap penyelidikan yang dilancarkan Mueller didasarkan pada tuduhan yang salah.

Rusia juga membantah tudingan AS bahwa pihaknya telah mencampuri kampanye presiden AS 2016.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : as, Donald Trump
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top