Kemendikbud Akan Tambah 650 Kelas Sementara di NTB

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menambah sebanyak 650 tenda untuk sekolah darurat sehingga total tenda yang didistribusikan untuk pemulihan pendidikan di Nusa Tenggara Barat akan menjadi lebih dari 1.000 unit.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 10 September 2018 10:35 WIB
Warga korban gempa membangun rumahnya kembali pascagempa di Dusun Dasan Tengak, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa (21/8). Memasuki minggu ketiga pasca gempa di daerah tersebut warga mulai semangat untuk membangun rumah mereka sendiri. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menambah sebanyak 650 tenda untuk sekolah darurat sehingga total tenda yang didistribusikan untuk pemulihan pendidikan di Nusa Tenggara Barat akan menjadi lebih dari 1.000 unit.

"Target kita seratus persen siswa NTB kembali ke sekolah dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam keterangan resmi Kemendikbud, Senin (10/9/2018).

Muhadjir mengatakan beberapa daerah sudah memberikan komitmen untuk bersama-sama membangun kembali sekolah-sekolah di NTB.

Beberapa daerah tersebut di antaranya, pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pemerintah Kota Surabaya, dan pemerintah Kota Malang.

Muhadjir juga mengatakan apabila perlu nama sekolah yang dibantu dibangun dapat diubah dengan nama yang berkaitan dengan daerah yang telah membantu.

"Untuk kenang-kenangan bahwa seluruh bangsa Indonesia turut prihatin, dan bersama-sama mendukung pemulihan NTB. Ini wujud kerukunan sesama anak bangsa," jelasnya.

Muhadjir menuturkan Kemendikbud terus melakukan inventarisasi sekolah-sekolah terdampak gempa.

"Untuk sekolah yang rusak berat akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," tuturnya.

Sedangkan untuk sekolah yang mengalami kerusakan sedang dan ringan akan ditangani oleh Kemendikbud yang akan bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk memperbaiki sekolah tersebut.

Lalu Suandi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur turut menyampaikan bahwa semangat anak-anak didik untuk belajar masih tergolong baik.

"Kegiatan psikososial yang dilakukan berdampak positif bagi mental siswa terdampak gempa," tutur Lalu Suandi.

Dia mengatakan, dalam kondisi pascagempa saat ini, kondisi mental anak-anak akan menjadi lebih baik apabila mereka beraktivitas di sekolah dibandingkan diam di tenda-tenda pengungsian.

"Memang kalau kita lihat, lebih baik jika mereka [siswa] berada di sekolah daripada hanya beraktivitas di tenda-tenda pengungsian," ujar Lalu Suandi.

Tag : kemendikbud
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top