Mendikbud: Pendidikan di NTB Harus Tetap Berjalan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengimbau agar siswa dapat terus belajar dan bersekolah. Pendidikan harus terus berjalan meskipun dalam keterbatasan kondisi sarana prasarana.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 10 September 2018 11:40 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, saat meresmikan dan pemasangan papan tanda dimulainya pendirian EDOTEL SMK Pariwisata Aisiyah, Provinsi Sumatera Barat, Jumat (6/7). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengimbau agar siswa dapat terus belajar dan bersekolah. Pendidikan harus terus berjalan meskipun dalam keterbatasan kondisi sarana prasarana.

"Dengan dicanangkannya Gerakan Kembali Sekolah ini, untuk mempertegas kembali, apapun kondisinya, anak-anak NTB tidak boleh berhenti belajar. Tiada hari tanpa belajar," tutur Muhadjir Effendy dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senin (10/9/2018).

Muhadjir yang hadir untuk memimpin apel siaga Kembali Sekolah di lapangan Bumi Gora, kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), kota Mataram, Minggu (9/9/2018) memotivasi para guru untuk bersemangat agar bisa segera mendorong anak didiknya kembali bersekolah.

"Yang paling penting anak-anak diajak untuk bergembira dulu. Gurunya bisa membuat anak-anak merasakan the joy of learning dulu," tuturnya.

Kehadiran Muhadjir juga untuk memberikan secara langsung tunjangan khusus untuk 5.298 Guru Terdampak Gempa di NTB.

"Untuk membantu meringankan beban guru, Kemendikbud menyalurkan tunjangan khusus untuk para guru terdampak gempa di NTB," tuturnya.

Dana bantuan tersebut telah disalurkan melalui rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas nama masing-masing guru.

"Untuk guru PNS sebesar 1,5 juta setiap bulan, sedangkan untuk guru non-PNS sebesar 2 juta rupiah setiap bulan, selama enam bulan," lanjut Muhadjir.

Total guru yang telah mendapatkan bantuan tunjangan khusus dari Kemendikbud adalah sebanyak 5.298 guru di wilayah Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, dan Sumbawa.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengatakan di masa mendatang masih ada kemungkinan penambahan jumlah guru penerima bantuan seiring dengan pemutakhiran data yang dilakukan.

"Yang penting, jangan sampai yang tidak terdampak gempa mendapatkan tunjangan. Dan yang terdampak gempa, malah tidak mendapatkan. Saya titip kepada dinas pendidikan untuk benar-benar mendata guru-gurunya," kata Muhadjir.

Bantuan kepada guru terdampak gempa di NTB ini merupakan bentuk perlindungan kepada guru sesuai dengan Permendikbud Nomor 11 Tahun 2017.

Tag : gempa lombok
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top