Rivalitas Jokowi-Prabowo pun Cair di Arena Pencak Silat Asian Games

Capres Prabowo Subianto dan petahana Presiden Joko Widodo terlihat akrab saat menyaksikan perebutan medali emas Pencak Silat Asian Games Rabu (29/8/2018).
Yusran Yunus | 29 Agustus 2018 19:38 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, dan Presiden Joko Widodo menyaksikan pertandingan final Pencak Silat Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Rabu (29/8/2018). - Bisnis/Yusran Yunus

Bisnis.com, JAKARTA – Suka cita, riang gembira, sorak-sorai membahana di Padepokan Pencak Silat Taman Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, hari ini Rabu (29/8/2018).

Di sini, rakyat Indonesia merayakan kegembiraan atas sukses besar cabang olah raga pencak silat mempersembahkan 14 medali emas, penyumbang terbesar bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018.

Namun ada pesan-pesan tersirat dari peristiwa menggembirakan kita semua. Bahwa melalui olah raga asli warisan leluhur ini, bangsa ini bisa bersatu padu meraih keberhasilan demi keberhasilan. Mengabaikan perbedaan untuk meraih tujuan bersama.

Itu dipertontonkan dengan spontanitas oleh atlet silat peraih emas, Hanifan Yudani Kusumah. Saat dinyatakan keluar sebagai pemenang dan meraih medali emas, Hanifan lalu menuju tribun kehormatan. Di sana duduk dua tokoh bangsa yang saat ini menyandang status sebagai Calon Presiden (Capres) periode 2019-2024, Joko Widodo (incumbent) dan Prabowo Subianto.

Tanpa diduga, seusai menjabat kedua tangan keduanya, Hanifan kemudian memeluk erat kedua-duanya. Jokowi maupun Prabowo, tampak tertawa lebar melihat aksi spontanitas tersebut.

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko PMK Puan Maharani dan beberapa tokoh negara lainnya, menjadi saksi dari peristiwa langka tersebut. Semuanya melepaskan senyum lebar. Benar-benar cair.

"Tidak ada yang menyuruh, saya spontan saja. Saya ingin memperlihatkan ke semua orang, di antara kedua tokoh ini tidak ada apa-apa. Rukun saja. Yang ribut mah di media sosial saja. Ini juga membuktikan olah raga bisa menyatukan di antara sejumlah perbedaan," katanya.

Presiden Jokowi di hadapan sejumlah wartawan di pintu keluar tamu kehormatan, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada atlet-atlet pencak silat, yang telah menyumbangkan 14 medali emas dari total emas yang sudah dikoleksi kontingen Indonesia.

"Saya bangga dan ucapkan terima kasih kepada sahabat saya, Pak Prabowo [Kstua umum IPSI. Tadi juga saya bersama Pak Prabowo, dipeluk oleh Hanifan. Yang jelas bau sih. Tapi baunya harum. Bau apa pun karena menang, jadi harum," ujar Jokowi, tertawa lebar.

Prabowo mencoba menyimpulkan ujung dari pesta emas Indonesia di cabang pencak silat. Bahwa semuanya dipersembahkan untuk bangsa dan negara.

"Kita sudah lihat bersama tadi, ada bapak Presiden Jokowi, ada Presiden ke-5 Ibu Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Pak Jusuf Kalla, semuanya hadir di saat-saat kritis, memberi semangat kepada atlet-atlet pencak silat. Demi negara dan bangsa, semuanya bersatu, tidak ada perbedaan," kata Prabowo.

Dunia memang pantas melirik Indonesia melalui Asian Games sebagai Energy of Asia.

Tag : asian games 2018
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top