Arab Saudi Ancam Tingkatkan Tekanan Terhadap Kanada

Arab Saudi mengatakan akan terus meningkatkan tekanan terhadap Kanada karena mengkritik penangkapan aktivis perempuan baru-baru ini, setelah Perdana Menteri Justin Trudeau menegaskan pendiriannya tentang hak asasi manusia.
Aprianto Cahyo Nugroho | 09 Agustus 2018 07:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Arab Saudi mengatakan akan terus meningkatkan tekanan terhadap Kanada karena mengkritik penangkapan aktivis perempuan baru-baru ini, setelah Perdana Menteri Justin Trudeau menegaskan pendiriannya tentang hak asasi manusia.

Menteri luar negeri Saudi, Adel Al-Jubeir, mengatakan pada hari Rabu (8/8/2018) bahwa gelombang berikutnya dari langkah-langkah pembalasan dapat memengaruhi aliran investasi antar negara.

Dilansir Bloomberg, bank sentral dan dana pensiun Arab Saudi telah mulai menjual aset asal Kanada. Sementara itu, sebuah laporan mengenai penjualan aset di Financial Times pada awal Rabu memicu aksi jual singkat.

"Kanada tahu apa yang perlu dilakukan. Kami tidak menerima campur tangan dalam urusan kami," ungkap Al-Jubeir pada konferensi pers di Riyadh, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan Kanada akan "tetap teguh" pada hak asasi manusia, dan menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland melakukan percakapan yang baik dengan Saudi serta menyatakan Kanada tidak ingin hubungan yang buruk dengan Saudi.

Akan tetapi, dia menolak mengatakan apakah akan meminta maaf kepada pemerintah Saudi atau tidak.

Tanggapan luar biasa Saudi adalah bukti terbaru bahwa meskipun menggembar-gemborkan negaranya sebagai juara untuk kemajuan ekonomi dan sosial, termasuk dengan mengijinkan wanita berkendara untuk pertama kalinya, Putra Mahkota Mohammad bin Salman tidak akan menerima kritik dari luar negaranya.

Di bawah pengawasannya, Arab Saudi telah menerapkan kebijakan luar negeri yang semakin agresif. Pada bulan November, Saudi memanggil kembali duta besarnya untuk Jerman dan memutus hubungan komersial dengan beberapa perusahaan Jerman setelah menteri luar negeri negara tersebut mengatakan Saudi telah mengatur pengunduran diri Perdana Menteri Saad al-Hariri.

Eskalasi Cepat

Sejak Kanada meminta Arab Saudi untuk membebaskan aktivis HAM Samar Badawi dari penjara pada 2 Agustus, Arab Saudi telah mengusir duta besar Kanada, membekukan kesepakatan bisnis baru, menghentikan penerbangan ke Toronto dan memerintahkan kembalinya ribuan siswa yang belajar di sekolah Kanada.

Saudara Samar Badawi, Raif Badawi, ditangkap di Arab Saudi pada tahun 2012 dan kemudian dijatuhi hukuman 1.000 cambukan dan 10 tahun penjara karena menghina Islam saat blogging. Istri Raif Badawi adalah warga negara Kanada yang tinggal di Quebec.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
arab saudi, kanada

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top