GEMPA LOMBOK: Pemerintah Kaji Jumlah Ganti Rugi Bangunan Rusak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah belum menentukan jumlah ganti rugi terhadap bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Yodie Hardiyan | 06 Agustus 2018 11:49 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menpora Imam Nahrawi memberikan keterangan terkait gempa lombok berkekuatan 7 pada skala richter (SR) seusai meninjau latihan pelatnas Pencak Silat di TMII, Jakarta, Senin (6/8/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah belum menentukan jumlah ganti rugi terhadap bangunan yang rusak akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya kira kita akan melihat dulu keadaan di lapangan, karena kemarin (gempa sebelumnya) 5 (skala ritcher/SR), ini (gempa terbaru) 7 (SR)," kata Presiden sai meninjau venue pencak silat di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin (6/8/2018).

Presiden menyatakan pemerintah akan membuat keputusan dalam hal pemberian bantuan ganti rugi bangunan rusak setelah melihat kondisi di lapangan.

Jokowi menegaskan pemerintah akan memberikan bantuan. Kendati demikian, jumlah bantuannya belum ditentukan pada saat ini.

Presiden juga menyatakan akan mencari waktu yang pas untuk memantau penanganan dampak gempa bumi secara langsung di Lombok. Jokowi tidak ingin menganggu seluruh proses evakuasi dan penanganan di lapangan.

"Sementara, tadi saya sampaikan, sudah saya serahkan ke Menko Polhukam. Kalau saya ke sana, justru bisa menganggu konsentrasi aparat yang sedang bekerja di lapangan. Saya akan cari waktu yang pas. Agar tidak mengganggu seluruh proses-proses evakuasi, proses penanganan yang ada di lapangan," kata Presiden.

Seperti diketahui, puluhan orang meninggal dan terluka terkena reruntuhan bangunan akibat gempa bumi berkekuatan 7 SR di Lombok tersebut pada Minggu (5/8/2018). Gempa tersebut juga terasa di wilayah Bali dan sebagian wilayah Jawa.

"Saya atas nama pribadi dan masyarakat Indonesia ucapkan duka yang mendalam atas banyaknya saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Barat yang meninggal karena gempa sore kemarin," katanya.

Presiden mengatakan dirinya telah memerintahkan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto untuk berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Menteri Sosial, TNI dan Polri supaya penanganan masalah gempa bumi ini dilakukan secepat-cepatnya.

"Baik yang berupa evakuasi korban meninggal maupun luka-luka untuk segera ditangani, termasuk juga penanganan logistik dan lain-lain," katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa lombok

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top