Gempa Lombok: Kegiatan Sekolah dan Perkantoran Tetap Berlangsung

Kegiatan sekolah dan aktivitas perkantoran mulai berjalan normal, kendati masih ada sekolah yang menggelar kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan fasilitas tenda darurat
Muhammad Ridwan | 30 Juli 2018 17:57 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kedua kiri) membagikan buku kepada anak-anak korban gempa di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA – Kegiatan sekolah dan aktivitas perkantoran mulai berjalan normal, kendati masih ada sekolah yang menggelar kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan fasilitas tenda darurat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan update kondisi terkini Lombok, Nusa Tenggara Berat setelah diguncang gempa 6,4 Skala Richter.

Kepala Pusat Data dan Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan secara keseluruhan kondisi terkini di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bisa dikatakan normal.

“Aktivitas sekolah normal, Gunung Rinjani, Gunung Agung Normal, Bandara Lombok dan Ngurah Rai Normal, Jaringan komunikasi normal, PLN pasokan listrik aman,” ujar Sutopo di Jakarta Senin (30/7/2018).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menurunkan tim ke lokasi untuk mendirikan sekolah lapangan dan memberikan perlengkapan sekolah, sehingga aktivitas belajar mengajar bisa tetep berjalan normal.

Gempa bumi yang mengguncang tidak berdampak pada aktivitas Gunung Agung di Bali dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Aktivitas di Bandara Internasional Lombok dan Bandara Internasional Ngurah Rai beroperasi secara normal dan tidak mengalami kendala.

Selain itu Sutopo menjelaskan, PLN memastikan pasokan listrik Jawa Bali tetap aman pascagempa, namun untuk di Lombok Timur masih mengalami pemadaman.

Untuk kondisi 9 bendungan eksisting yang ada, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan semuanya dalam kondisi baik, setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada retakan-retakan yang berpotensi jebol.

Sementara itu, aktivitas pendakian gunung Rinjani sampai saat ini masih ditutup, mengingat proses evakuasi pendaki yang terjebak masih dilakukan, dan beberapa jalur pendakian yang tertutup akibat longsor.

Tag : gempa
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top