Unair Kukuhkan 3 Guru Besar Baru

Universitas Airlangga memiliki 186 guru besar aktif dan 474 guru besar sejak didirikan menyusul pengukuhan tiga profesor baru.
Choirul Anam | 29 Juli 2018 01:19 WIB
Tiga guru besar yang dikukuhkan Sabtu (28/7/2018), yakni Prof. Basuki (kiri), Prof. Soegeng Wahluyo (tengah) dan Prof.Chiquita Prahasanti Sulistiowati (kanan). - Istimewa

Bisnis.com, MALANG – Universitas Airlangga memiliki 186 guru besar aktif dan 474 guru besar sejak didirikan menyusul pengukuhan tiga profesor baru.

Tiga gubes baru itu terdiri atas dua gubes berasal dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan satu dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yakni Prof. Chiquita Prahasanti Sulistiowati, guru besar bidang periodensia FKG; Prof.Soegeng Wahluyo, guru besar bidang kedokteran gigi anak FKG; dan Prof. Basuki,  guru besar bidang akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) yang dikukuhkan di Rektorat Unair di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (28/7/2018).

Rektor Unair Prof. Muhammad Nasih  berharap penelitian dan riset tahun depan akan dapat meningkat, begitu juga  publikasinya  dengan dikukuhkannya tiga guru besar baru.

“Saya harap pengukuhan itu menambah energi Unair untuk terus berkembang,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Sabtu (28/7/2018).

Selain itu, dia berharap ketiga guru besar terus meningkatkan upaya pengembangan ilmu pengetahuan, terutama di bidang ilmu kedokteran gigi dan akuntansi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap almamater, juga Indonesia.

Prof. Chiquita yang memberikan paparan mengenai inovasi tissue engineering sebagai harapan masa depan mengatasi permasalahan penderita dengan periodontitis agresif mengatakan.

Menurut dia, tissue engineering sangat menjanjikan untuk rekontruksi secara biologis, mengacu pada kemajuan bidang terapi operasi.

Pendekatan tissue engineering yang berbasis stem cell diharapkan dapat dipakai untuk memperbaiki kerusakan pada jaringan periodontal, infeksi gusi yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi, sehingga didapatkan hasil yang lebih baik.

”Berdasar penelitian saya, banyak potensi alam Indonesia yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk melahirkan bahan bermanfaat dalam tissue engineering,” sebutnya.

Sementara Prof. Soegeng menekankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap pemakaian pasta gigi untuk anak. Pemakaian fluorida yang merupakan salah satu bahan utama pembuatan pasta gigi secara berlebihan dapat menggangu pertumbuhan gigi pada anak.

Oleh karena itulah, dia menganjurkan orang tua hanya memberikan pasta gigi pada anak sebesar kacang polong. ”Pemberian (pasta gigi) hanya sebesar kacang polong. Pemberian banyak katanya biar bersih, itu keliru,” paparnya.

Fluorida yang dikomsumsi berhari-hari  tanpa  disadari berdampak, salah satunya  fluorosis, gangguan pertumbuhan pada enamel gigi, meliputi bentuk, kualitas, juga dimensinya.

Sedangkan Prof. Basuki menyampaikan pemikirannya soal perlunya akuntansi merambah pada bidang sosial kemsyarakatan. Terutama turut terlibat dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.

”Apa yang kita pahami selama ini, akuntansi bertujuan untuk mencatat dan melaporkan transaksi keuangan berdasar pada aturan tertentu,” ujarnya.

Orientasi akuntansi yang dipahami kebanyakan orang selama ini, menurut dia, hanya berkutat pada kepentingan kapitalis, kepentingan kepada pemilik modal. Namun zaman telah berubah. Bukan masanya lagi akuntansi hanya mengurusi debit-kredit, hanya melayani pemilik modal dan mengabaikan hal-hal di luar yang lebih besar.

”Seperti kasus-kasus yang berhubungan dengan kerusakan dan pencemaran alam karena perusahaan berlebihan. Caranya, adanya penenaman nilai kepada akuntan untuk turut memikirkan keadaan sosial. Mengakuntansikan dampak dan efek dari sebuah aktivitas ekonomi di masyarakat, khususnya perusahaan terutama dampak-dampak negatif,” paparnya.

Tag : unair
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top