Tommy Soeharto Bantah Partai Berkarya Terjebak Nostalgia Era Soeharto

Pendiri Partai Berkarya yang saat ini sekaligus menjabat Ketua umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), angkat bicara soal sejumlah persoalan yang mendera bangsa Indonesia saat ini.
Yusran Yunus | 23 Juli 2018 11:59 WIB
Tommy Soeharto (tengah) didampingi para elit Partai Berkarya di acara pembukaan Diklat Calon Legislatif (Caleg) Partai Berkarya, Minggu (22/7/2018) - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam acara pembukaan Pendidikan dan Latihan (Diklat) bagi para calon legislatif (caleg) dari Partai Berkarya, Minggu (22/7/2018) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Pendiri Partai Berkarya yang saat ini sekaligus menjabat Ketua umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), angkat bicara soal sejumlah persoalan yang mendera bangsa Indonesia saat ini.

Di hadapan para caleg, putra Presiden ke-2 HM Soeharto tersebut menyampaikan sambutannya dengan penuh semangat.

"Kita mengetahui bersama bangsa Indonesia sedang diuji dengan berbagai macam persoalan. Situasi dan kondisi yang sulit bagi rakyat, persoalan kedaulatan yang mempengaruhi ketahanan nasional kita, sungguh harus segera diusahakan solusi dan pemecahannya. Kita tidak boleh tergantung kepada asing, baik ekonomi dan politik, kita harus memiliki kedaulatan pangan karena persoalan inilah yang ke depan akan jadi hal yang sangat penting, yang berpengaruh pada eksistensi sebuah bangsa," katanya dalam salinan sambutan tertulisnya yang diterima Bisnis, Senin (23/7/2018).

Menyangkut ketahanan pangan, Tommy menyodorkan fakta kesuksesan yang telah ditorehkan oleh almarhum Presiden Soeharto. Pada tahun 1984, Indonesia diganjar medali bertuliskan ”from rice importer to self sufficiency” dari Food and Agriculture Organization (FAO).

Kemudian pada tahun 1986, Indonesia mendapat medali emas atas prestasi tersebut. Bahkan, saat itu Indonesia memberikan bantuan bibit, beras dan bantuan teknik kepada negara-negara Afrika dan Asia Tenggara.

"Pandangan almarhum yang visioner tersebut baru saya sadari, bahwa di masa ini dan masa depan, kedaulatan pangan akan menunjang kedaulatan bangsa. Krisis pangan dunia yang sedang kita hadapi bersama, akan menjadi alat bagi bangsa-bangsa lain untuk saling menguasai secara geopolitik. Bangsa yang besar ini kini sedang dikepung oleh berbagai kekuatan yang akan mengikis keutuhan kita," tuturnya.

Terjebak Nostalgia

Dalam kesempatan tersebut, Tommy menegaskan Partai Berkarya bukanlah partai yang terjebak pada nostalgia masa lalu, seperti yang digembar-gemborkan pihak-pihak tertentu. Justru, Partai Berkarya hadir membawa semangat perubahan, semangat perbaikan di segala bidang, bagi bangsa dan negara.

"Semangat dari Bapak Pembangunan, almarhum Presiden Mohammad Soeharto adalah semangat yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 untuk membawa bangsa ini gemilang dan disegani. Itulah inti dari strategi kita dalam berbangsa dan bernegara. Almarhum merupakan panutan, dalam banyak hal. Lantas mengapa kita tidak mengambil contoh yang baik yang telah berhasil dengan gemilang, lalu kita rumuskan konsep dan strategi yang lebih komprehensif sebagai energi baru untuk diterapkan pada masa ini".

Tommy mengajak seluruh komponen bangsa bergerak bersama, khususnya kader, calon legislatif dari Partai Berkarya untuk memegang teguh amanah-amanah, dan harapan-harapan rakyat, serta cita-cita bangsa dan negara, menjadi negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Tag : tommy soeharto
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top