PII Dukung Airlangga Jadi Cawapres Jokowi

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendukung Jokowi Widodo menggandeng Airlangga Hartarto di Pilpres 2019.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 22 Juli 2018 10:06 WIB
Jokowi dan Airlangga Hartarto jalan pagi di Istana -

Bisnis.com, JAKARTA — Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendukung Jokowi Widodo menggandeng Airlangga Hartarto di Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum PII Heru Dewanto mengatakan, keduanya merupakan pemimpin yang akan memastikan kebersinambungan pembangunan bangsa, dengan memadukan pembangunan infrastruktur dan industri, demi kesejahteraan rakyat.

Menurut Heru, PII menganut faham ekonomi nilai tambah (value added economy) yang bertumpu pada engineering, teknologi dan industri. PII juga percaya bahwa persaingan dunia membutuhkan fondasi jaringan infrastruktur pendukung yang andal.

“Selama ini, Bapak Jokowi sudah sangat baik memacu pembangunan infrastruktur. Namun, infrastruktur hanyalah sebuah perantara. Tujuan akhir [untuk mengangkat perekonomian] adalah sektor industri. Pak Airlangga sangat cocok untuk mendapimngi sebagai Cawapres," katanya Minggu (22/7/2018).

Apa yang sudah dilakukan pemerintahan saat ini sejalan dengan visi ekonomi nilai tambah yang merupakan mazhab yang dianut PII.

PII menilai, pembangunan infrastruktur secara pesat saat ini perlu dilanjutkan pemerintahan mendatang, dengan konsep yang terarah dan sinergis dengan strategi nasional memajukan sektor industri.

Karena itu, PII memandang Presiden Jokowi selayaknya diberi kesempatan memimpin untuk periode kedua, dan didampingi oleh sosok yang mampu menuntaskan pembangunan infrastruktur sekaligus menyiapkan pertumbuhan industri nasional berdaya saing global, yang selaras dengan tuntutan industri 4.0.

"Dan saat ini yang sudah terbukti mengakselerasi pertumbuhan industri nasional dan menginisiasi industri digitalisasi, ya Pak Airlangga. Jadi secara substansif, ini alasan saya mendukung Bapak Jokowi dan Airlangga memimpin bangsa ini 5 tahun ke depan,” katanya.

Menurut Heru, sektor industri terhadap produk domestik bruto di Indonesia telah mencapai angka 22%. Namun, dia mengatakan, sektor industri di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain. Padahal sektor industri memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan lagi karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.

“Industri merupakan nilai tambah dari perekonomian. Industri menciptakan nilai tambah berlipat ganda dari sumber daya alam yang melimpah, dan juga menciptakan peluang kerja yang masif,” katanya.

Selain itu, Heru sebagai Waketum PII juga mempunyai alasan subyektif mendukung Airlangga Hartarto, karena Menteri Perindustrian itu juga Mantan Ketua Umum PII.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top