Pembangunan Infrastruktur Dinilai Angkat Perekonomian Jabar

Pembangunan infrastruktur yang gencar di lakukan pemerintah Joko Widodo diyakini memacu pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.
Mia Chitra Dinisari | 18 Juli 2018 10:35 WIB
Kendaraan melintas di jalan tol fungsional Lido/Cigombong via jalan tol Bocimi, Jumat (8/6/2018). JIBI/Bisnis - Tim Jelajah Jawa Bali 2018 (Krizia Putri Kinanti, Adam Rumansyah, Pandu Gumilar, M.Richard)

Bisnis.com, JAKARTA -  Pembangunan infrastruktur yang gencar di lakukan pemerintah Joko Widodo diyakini memacu pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

Beberapa pembangunan infrastruktur besar yang mulai berjalan di era Kabinet Kerja diantaranya Pembangunan Bandara Sukabumi, Pelabuhan Patimban Subang, Double Track Kereta Api Sukabumi, Jl Tol Bocimi dan terbaru bandara Kertajati.

"Ini sebetulnya merupakan rencana lama.Tapi tentu saja sangat positif. Cuma satu hal harus ada ruang pemanfaatan bagi masyarakat secara langsung," kata pengamat infrastruktur yang juga guru besar ITB Harun Al Rasyid. 

Disarankannya, untuk mendukung pembangunan yang telah diinisiasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat setempat harus bisa memanafaatkan dalam pengembangan usaha lanjutan di kawasan masing-masing.

"Sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota, Jawa Barat memiliki posisi strategis memiliki keterkaitan yang kuat bukan saja berkaitan dengan penyediaan bahan baku dan tenaga kerja. Tapi juga berkaitan dengan penyediaan pelayanandan fasilitas publik khususnya transportasi dan pemukiman, juga dalam menampung investasi di sektor industri pengolahan dan jasa yang tidak mungkin lagi dikembangkan di Jakarta," ujar dia. 

Prof Danang Parikesit,Ketua MTI/Guru Besar UGM menyebutkan Jawa Barat termasuk provinsi yang paling banyak menjadi lokasi proyek strategis nasional infrastruktur.

Jadi,  menurutnya, harapan besar ke Jawa Barat untuk menjadi pemanfaat adanya infrastruktur sangatlah besar. Manfaat dari proyek-proyek tersebut menurutnya sangat dipengaruhi respon investor terhadap perluasan usaha dan pengembangan bisnis pasca penyediaan infrastruktur.

"Bagi masyarakat, aksesibilitas dan mobilitas yang meningkat harus menjadi trigger untuk pengurangan biaya di level rumah tangga sehingga produktifitas pendapatan makin meningkat," ujarnya. 

Seperti diketahui, konektifitas menjadi misi utama dari Kabinet Kerja dalam pembangunan infrastruktur.
Salah satu yang akan dimulai pembangunannya pada akhir Juli ini adalahpelabuhan internasional di Patimban Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang.

Di lokasi pembangunan Pelabuhan Patimban areal lahan yang telah dibebaskan mencapai 372 hektar menggunakan dana dari pemerintah pusat. Penetapan lokasinya juga telah dikeluarkan pemerintah pusat sejak 2016 lalu dan Pemprov Jabar.

Pembangunan Pelabuhan Patimban terbagi menjadi beberapa tahapan. Misalnya, untuk Tahap I fase pertama, Pelabuhan Patimban akan memiliki terminal kendaraan dengan dermaga sepanjang 300 meter serta terminal peti kemas 420x35 meter.

Fase kedua nantinya akan dikembangkan terminal kendaraan hingga 690 meter. Sementara itu, terminal peti kemas diperpanjang dan diperluas menjadi 1.740x35 meter dari total panjang dermaga keseluruhan 4,32 meter. Tahapan- tahapan tersebut diperkirakan selesai pada 2027.

Nilai investasi untuk pembangunan Pelabuhan Patimban tahap pertama fase 1-2 berjumlah Rp25 Triliun Rupiah. Pun total kebutuhan anggaran pembangunan Patimban sendiri diproyeksikan mencapai Rp 43 Triliun

Tag : jawa barat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top