Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gara-gara Gunung Es Raksasa, Sebuah Desa di Greenland Terancam Tsunami

Warga di sebuah desa kecil di pesisir barat Greenland sedang ketar ketir. Pasalnya, sebuah gunung es seberat 11 juta ton sedang menuju desa mereka.
Sebuah gunung es raksasa terlihat di dekat Desa Innaarsuit, Greenland, Kamis (12/7)./Magnus Kristensen via Reuters
Sebuah gunung es raksasa terlihat di dekat Desa Innaarsuit, Greenland, Kamis (12/7)./Magnus Kristensen via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Warga di sebuah desa kecil di pesisir barat Greenland sedang ketar ketir. Pasalnya, sebuah gunung es sedang menuju desa mereka.

Gunung es seukuran bukit besar bergerak menuju Desa Innaarsuit, yang jumlah penduduknya sekitar 170 orang.

The Washington Post melaporkan gunung es itu memiliki lebar 650 kaki, hampir 200 meter, dan tinggi 300 kaki atau sekitar 91 meter.

Gunung es yang beratnya diperkirakan mencapai 11 juta ton itu dikhawatirkan menimbulkan tsunami. Jika hujan turun, gunung es itu bisa pecah dan bagiannya yang pecah akan jatuh ke laut serta memicu tsunami.

Tetapi, jika angin kencang bisa memecah gunung es tersebut dan hujan tidak turun, maka gunung es itu bisa kembali bergerak ke lokasi lain meninggalkan desa ini.

Reuters melansir Minggu (15/7/2018), Kepolisian Greenland menyatakan daerah yang paling dekat dengan gunung es itu sudah dievakuasi dan warganya diamankan ke daratan yang lebih tinggi.

"Kami bisa merasakan kekhawatiran yang dirasakan warga. Kita terbiasa dengan gunung es besar, tapi belum pernah melihat yang sebesar ini," ujar Anggota Dewan Desa Innaarsuit Susanna Eliassen, seperti dilaporkan media lokal, KNR.

Polisi dan pemerintah setempat dalam kondisi siaga serta telah memindahkan helikopter SAR ke lokasi yang lebih dekat dengan desa itu.

Pada musim panas 2017, empat orang meninggal setelah gelombang besar menggulung sebuah pemukiman di timur laut Greenland.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Annisa Margrit
Editor : Annisa Margrit
Sumber : Reuters, The Washington Post
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper