Keamanan Internal: Penembakan di JICT Bukan Teror Terhadap Serikat Pekerja

Pihak keamanan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menduga kasus penembakan mobil pada Rabu (27/6) malam terkait masalah pribadi bukan urusan kantor.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Juni 2018  |  07:26 WIB
Keamanan Internal: Penembakan di JICT Bukan Teror Terhadap Serikat Pekerja
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Insiden penembakan terhadap mobil salah satu pekerja JICT dinilai bukan bentuk teror terhadap serikat pekerja.

Pihak keamanan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menduga kasus penembakan mobil pada Rabu (27/6) malam terkait masalah pribadi bukan urusan kantor.

Shobirin, SPV Security JICT, Sabtu, menilai klaim bahwa kejadian penembakan tersebut berhubungan dengan urusan kantor, apalagi dikaitkan dengan dugaan adanya upaya teror terhadap anggota Serikat Pekerja (SP) JICT sebagai hal yang berlebihan.

Meskipun ia membenarkan bahwa insiden tersebut terjadi pada sebuah mobil milik anggota SP aktif.

Shobirin mengatakan mobil pekerja tersebut biasanya juga diparkir di dekat pos security yang terpantau jelas CCTV,. Namun, saat kejadian, lokasi parkir dekat pos security ini kosong.

Dia mengungkapkan bahwa pemilik mobil justru memarkir mobilnya di lokasi pojok yang tidak terpantau CCTV.

"Kami juga heran kenapa memilih parkir di tempat yang tidak biasa itu. Selain tidak terpantau CCTV, penerangannya kurang," tambahnya.

"Selama ini sistem keamanan di JICT sudah memiliki standar yang dapat memberikan jaminan keamanan kepada pekerja dan pengguna jasa. Sistem keamanan juga dilengkapi CCTV yang dipasang di lokasi-lokasi strategis. Petugas keamanan secara periodik melakukan pantauan langsung ke wilayah area kerja," ujarnya.

Shobirin juga menegaskan bahwa pihaknya telah bekerja untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pekerja dan pengguna jasa di JICT terpenuhi.

"Sistem keamanan ini secara ketat diterapkan juga untuk menghindari terjadinya praktik-praktik kotor oleh oknum-oknum tertentu," ungkapnya.

Terkait isu penembakan ini, Shobirin, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengungkapnya.

"Kami percaya pihak kepolisian mampu mengungkap kasus ini, termasuk menangkap pelaku dan mengungkap motif sebenarnya dalam waktu tidak terlalu lama. Kami yakin bahwa setiap kejahatan pada akhirnya akan kalah," ujarnya.

Pada Rabu (27/6) malam sekitar pukul 23.00 WIB, mobil salah satu pekerja JICT, Sugiyanto, ditembak orang tidak dikenal dengan menggunakan airsoft gun.

Di dalam mobil itu ditemukan sebutir gotri dan kaca kiri pintu depan pecah. Hingga saat ini aparat Kepolisian Tanjung Priok sedang melakukan penyelidikan terkait latarbelakang dan motif peristiwa tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penembakan, jict

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top