Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mahasiswa Unair Ciptakan Sepatu Penganilisis Siklus Berjalan

Mahasiswa S1 Teknik Biomedis Universitas Airlangga berhasil menciptakan sepatu yang dapat digunakan dalam analisis siklus berjalan bagi seseorang, atau yang dikenal dengan istilah siklus gait.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 29 Juni 2018  |  00:22 WIB
Tiga mahasiswa Teknik Biomedis Universitas Airlangga yang menciptakan sepatu SWAN (Shoes for Walking), sepatu untuk analisis siklus berjalan - Dok PKM Unair
Tiga mahasiswa Teknik Biomedis Universitas Airlangga yang menciptakan sepatu SWAN (Shoes for Walking), sepatu untuk analisis siklus berjalan - Dok PKM Unair

Bisnis.com, MALANG-- Mahasiswa S1 Teknik Biomedis Universitas Airlangga berhasil menciptakan sepatu yang dapat digunakan dalam analisis siklus berjalan bagi seseorang, atau yang dikenal dengan istilah siklus gait.

Claudia Litania ketua kelompok tim PKM-KC ini mengatakan timnya, Ahda Nur Laila dan Yoga Fingki Andrian menciptakan Swan (Shoes for Walking) karena selama ini alat yang digunakan dalam melakukan pengujian siklus gait memiliki dimensi besar, dan mengharuskan pemeriksaan dilakukan di tempat alat tersebut dipasang.

“Swan digunakan untuk memperoleh data berupa grafik tekanan telapak kaki ketika berjalan. Sensor tekanan yang digunakan ini ditanam di dalam sepatu, sehingga memudahkan bagi penggunaannya,” katanya dalam keterangan resminya, Kamis (28/6/2018).

Penggunaan sepatu dalam analisis siklus gait dapat memudahkan pengujian karena dapat dilakukan di mana saja. Pasien tidak akan merasa kesulitan dalam melakukan pemeriksaan karena pengujian hanya dilakukan dengan berjalan menggunakan sepatu yang telah dibuat.

”Selama ini pengujian ini (siklus berjalan) memang kurang populer di kalangan masyarakat umum,” katanya.

Di Indonesia, pengujian siklus gait diakuinya belum banyak dilakukan oleh masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah ketersediaan alat di rumah sakit yang masih minim.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), tahun 2012 kurang lebih 500.000 orang di Indonesia mengalami cacat tubuh akibat penyakit muskoskeletal.

Hal ini menyebabkan penyakit muskoskeletal menempati peringkat 9 yang menyebabkan orang hidup dalam kecacatan sepanjang sisa hidupnya.

Kemudian 12 dari 100 orang Indonesia mengalami kesulitan berjalan jauh, diikuti dengan kesulitan untuk berdiri selama 30 menit. Hal ini membuktikan bahwa abnormalitas pada Siklus Gait merupakan salah satu penyakit dengan urgensi tinggi di Indonesia, dengan tingkat penanganan yang rendah.

”Kami berharap melalui inovasi ini dapat mempermudah dan membantu masyarakat dalam melakukan uji terhadap siklus gait. Sehingga ketika terdapat kelainan pada cara berjalan dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat,” kata Claudia Litania.

Keberhasilan tersebut kemudian ditulis dalam karya ilmiah berjudul Swan, Inovasi Penggunaan Sepatu untuk Analisis Siklus Gait.

Setelah diseleksi secara ketat, akhirnya proposal ini lolos hibah dana pengembangan dari Kemenristekdikti dalam Program Kreativitass Mahasiswa (PKM) tahun 2018 bidang Karsa Cipta (PKM-KC).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepatu unair
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top