Pemimpin UE Akhirnya Sepakati Kebijakan Migrasi di Eropa

Para pemimpin Uni Eropa akhirnya menyepakati kebijakan migrasi dan pengungsi di kawasan tersebut setelah pembicaraan alot selama hampir 10 jam.
Annisa Margrit | 29 Juni 2018 11:59 WIB
Para pengungsi turun dari kapal penjaga pantai Italia, Dattilo, di sebuah pelabuhan di Valencia, Spanyol, Minggu (17/6). - Reuters/Heino Kalis

Bisnis.com, JAKARTA -- Para pemimpin Uni Eropa akhirnya menyepakati kebijakan migrasi dan pengungsi di kawasan tersebut.

Pembicaraan antara para pemimpin negara Uni Eropa (UE) itu berlangsung alot selama hampir 10 jam di Brussel, Belgia.

"Para pemimpin UE28 sudah setuju terhadap kesimpulan pertemuan tingkat tinggi ini, termasuk dalam hal migrasi," ujar Donald Tusk, pemimpin pembicaraan tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (29/6/2018).

Sebelumnya, Italia telah memblokir semua kesepakatan dalam pertemuan tersebut, yang juga mencakup isu perdagangan dan keamanan, kecuali jika UE menyetujui permintaannya terkait isu migrasi.

BBC melaporkan Italia mengancam untuk memberikan veto terhadap semua keputusan yang disepakati anggota lainnya jika tidak mendapat bantuan dalam mengurus masalah pengungsi.

Italia menjadi pintu masuk utama bagi para pengungsi, terutama dari Afrika. Meski gelombang pengungsi menuju Eropa tidak lagi sebesar yang terjadi pada 2015, tapi arus pengungsi masih terus terjadi.

Pada awal bulan, kapal yang mengangkut para pengungsi ditolak bersandar di Italia. Kapal itu akhirnya bisa bersandar di Malta setelah melalui negosiasi ketat di antara para pemimpin UE.

Selain Italia, Yunani menjadi tujuan utama para pengungsi dari Afrika dan Timur Tengah. Setelah masuk ke Yunani, para pengungsi biasanya bergerak menuju negara-negara UE lainnya.

Adapun salah satu kesepakatan yang terjadi dalam pertemuan tersebut adalah pendirian pusat pengungsi dan migran bisa dilakukan di negara-negara UE secara sukarela. Fasilitas ini akan memproses mana migran yang benar-benar mengungsi dari negara asalnya dan mana yang bukan.

Migran yang masuk kategori kedua akan dikembalikan ke negara asalnya. Namun, tidak disebutkan definisi kedua kategori ini dengan jelas.

UE juga sepakat memperkuat kontrol perbatasan eksternal mereka dan meningkatkan pendanaan bagi Turki, Maroko, serta negara-negara Afrika Utara lainnya.

Selain itu, disetujui pula bahwa diperlukan perhatian serta upaya yang lebih besaruntuk mencegah bertambahnya jalur laut dan darat baru menuju Eropa.

Sumber : Reuters, BBC

Tag : uni eropa, pengungsi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top