Tingkat Partisipasi Pemilih di Pilkada 2018 Tak Capai Target

Tingkat partisipasi pemilih di pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 tidak mencapai target yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri yakni 77%.
Jaffry Prabu Prakoso | 29 Juni 2018 22:17 WIB
Proses penghitungan suara Pilkada 2018 di Tangerang, Banten. - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Tingkat partisipasi pemilih di pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 tidak mencapai target yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri yakni 77%.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan tahun ini daftar pemilih tetap (DPT) yang menggunakan hak suaranya sebesar 73,24%.

"Jumlah DPT 152.079.997 orang. Partisipasi perempuan 76,67% sedangkan untuk pemilih laki-laki 69,32%," katanya di Gedung KPU di Jakarta pada Jumat (29/6/2018).

Sementara itu ada 14 daerah yang melakukan penundaan pemungutan suara. Wahyu menjelaskan penyebabnya karena ada masalah penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Paniai, Papua.

Selain itu, terjadi bencana kebakaran dan banjir, keterlambatan serta kekurangan logistik, juga faktor keamanan.

Daerah-daerah lain yang mengalami penundaan pilkada itu meliputi Nduga, Tolikara, Deiyai, Yahukimo, Lanny Jaya, Mimika, Jayawijaya, Keerom, Kota Jayapura (Papua), Bone (Sulawesi Selatan), Morowali (Sulawesi Tengah), Rokan Hulu (Riau), dan Kota Tangerang (Banten).

Secara umum, menurut Wahyu, logistik telah sampai di tempat pemungutan suara (TPS) pada H-1. ‎Pelaksanaan pilkada serentak tahun ini dilakukan di 171 daerah yang meliputi 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Kemendagri mencatat ada 518 pasangan calon yang memenuhi sarat. Dari total tersebut 435 (84,4%) diusung oleh partai politik sementara 83 sisanya atau 15,6% merupakan pasangan calon perseorangan.

Tag : Pilkada Serentak
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top