Bergema di Weltmuseum Vienna, Ini Filosofi di Balik Angklung

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina, Austria, menggelar Indonesia Cultural Night 2018, yang di antaranya menampilkan kolaborasi angklung dan musik klasik.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 28 Juni 2018  |  00:22 WIB
Bergema di Weltmuseum Vienna, Ini Filosofi di Balik Angklung
Sajian angklung di Indonesia Cultural Night 2018 di Wina, Austria. - Bisnis.com/Andhina Wulandari

Bisnis.com, WINA - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina, Austria, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dan Weltmuseum Vienna menyelenggarakan acara promosi seni budaya Indonesia bertajuk Indonesia Cultural Night 2018, yang di antaranya menampilkan kolaborasi angklung dan musik klasik.

Dalam acara yang berlangsung selama 2 jam di Weltmuseum tersebut, beragam seni budaya Indonesia ditampilkan untuk menghibur lebih dari 300 orang undangan, di antaranya tari Bajidor Kahot, tari Lenggang Nyai, tari Piring, tari Rampak Kendang, dan musik angklung.

Para undangan yang hadir tampak sangat menikmati sajian tarian dan musik yang dibawakan dengan memukau oleh Grup Ikreasindo dari Jakarta. Hadir di  tengah-tengah penonton, beberapa Duta Besar negara sahabat dan mitra kerja KBRI/PTRI Wina dari berbagai organisasi internasional dan institusi di Austria, serta beberapa masyarakat Indonesia yang bermukim di Kota Wina.

Beragam lagu kontemporer mengalun dengan indah melalui instrumen musik tradisional bambu dari Jawa Barat tersebut.

“Dalam acara ini Anda semua bisa melihat bahwa sebuah tradisi, dalam hal ini musik angklung, dapat berjalan harmonis dengan modernisme atau musik kontemporer,” ujar Darmansjah Djumala, Duta Besar RI di Wina, saat membuka acara Indonesia Cultural Night 2018 di Wina, (26/6/2018) malam.

Puncak acara yang mendapat sambutan meriah dari kalangan penonton adalah kolaborasi Maria Theresia Gruber, seorang penyanyi Sopran Austria dengan grup musik Angklung. Maria membawakan lagu Bengawan Solo dengan teknik vokal yang sempurna dan mengundang decak kagum para penonton yang memadati Weltmuseum malam itu.

Penyanyi berusia 20 tahunan tersebut juga membawakan sebuah lagu Austria berjudul Im Prater bluehen wieder die Baeume dengan iringan musik Angklung.

Tak cukup hanya menikmati lagu keroncong dalam aransemen angklung, para penonton juga dihibur dengan sesi Angklung interaktif yang dipandu oleh Ika, pimpinan grup Ikreasindo yang mengajak seluruh penonton untuk bermain Angklung bersama-sama.

Sesi angklung interaktif ini sangat menarik untuk masyarakat Austria yang baru mengenal alat musik tradisional khas Jawa Barat tersebut.

Dalam waktu singkat, para penonton yang sebagian besar merupakan warga Austria tersebut dapat mengikuti instruksi dari pemandu dan memainkan beberapa lagu pop seperti You Raise Me Up dan Stay With Me.

Promosi seni budaya merupakan salah satu program kerja tahunan KBRI Wina. Di samping untuk meningkatkan citra positif Indonesia di Austria, kegiatan tersebut juga bertujuan menarik minat lebih banyak masyarakat Austria untuk berkunjung ke Indonesia, baik dalam rangka pariwisata maupun investasi dan perdagangan.

Weltmuseum merupakan museum etnologi terbesar di Austria. Museum tersebut memiliki sebuah Galeri Indonesia yang khusus menampilkan berbagai koleksi benda seni bersejarah yang berasal dari Indonesia, termasuk lukisan berjudul “Two Tigers Fighting over a Javanese Body”  hasil karya pelukis Raden Saleh yang dihadiahkan kepada Kaisar Franz Joseph I, Raja Austria pada akhir abad 19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
seni budaya, angklung

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top