Terobosan Rusia-China, Teken Sejumlah Kontrak Energi Nuklir

Rusia dan China menandatangani paket kontrak kerja sama eneri nuklir dengan tujuan damai yang terdiri atas empat kesepakatan visioner.
Newswire | 28 Juni 2018 16:55 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Kabar24.com, JAKARTA - Rusia dan China menandatangani paket kontrak kerja sama eneri nuklir dengan tujuan damai yang terdiri atas empat kesepakatan visioner.

Keempat kesepakatan visioner itu, yakni konstruksi empat unit reaktor tipe Gen 3+ VVER-1200 yang masing-masing berlokasi di Xudabao dan Tianwan, kerja sama dalam proyek percontohan reaktor cepat tipe CFR-600, dan pasokan RITEG (Radioisotope Thermoelectric Generator) untuk program eksplorasi ke bulan yang dilakukan oleh China.

Acara penandatanganan kontrak tersebut dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping di ajang Shanghai Cooperation Organization Summit pada Juni ini.

Rusia diwakili oleh perusahaan energi atom milik negara, yakni Rosatom.

CEO Rosatom Alexey Likhachev mengatakan bahwa Rusia dan China adalah pemimpin energi nuklir dunia di bidang industri.

"Penandatanganan kesepakatan ini merupakan konfirmasi terbaik dari kerja sama kami dengan mitra-mitra kami di China," ujarnya dalam keterangan resmi.  

Dia menambahkan, setelah kerja sama jangka panjang dengan sejumlah mitra yang dapat diandalkan antara lain China's Atomic Energy Authority, National Energy Administration, dan China National Nuclear Corporation (CNNC), Rosatom telah menciptakan tingkat kepercayaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.  

Oleh karena itu, Rosatom mengembangkan kerangka kerja untuk desain dan konstruksi bersama di pabrik nuklir Tianwan oleh spesialis dari Rusia dan China.

"Kami secara bersama-sama akan terus membangun unit-unit Gen 3+ yang termodern di China. Selain itu, kami pun sepakat untuk memulai pembangunan unit daya untuk VVER-1200 di pabrik nuklir greenfield."

Menurutnya, Rosatom memiliki rencana besar untuk bekerja sama dalam lingkup nuklir, tidak terbatas hal  yang berkaitan dengan desain dan konstruksi dari pembangkit listrik tenaga nuklir.

Dua kesepakatan pertama yang ditandatangani pada pertemuan tersebut merupakan kesepakatan untuk pembangunan empat unit baru. Dua unit di pabrik nuklir greenfield di Xudabao dan dua lagi di Tianwan (unit 7 dan 8). Empat unit ini akan mengutamakan reaktor tipe Gen3+ VVER-1200 terbaru.

Adapun, reaktor serta semua peralatan yang dibutuhkan akan dikembangkan dan dipasok ke pulau nuklir oleh pihak Rusia.

Kesepakatan ketiga mengenai pasokan peralatan, bahan bakar, dan layanan untuk proyek percontohan reaktor cepat tipe CFR-600 yang dikembangkan oleh CNNC.

Terakhir, ditandatangani juga kesepakatan untuk penyediaan unit panas radionuklida (UHR) yang digunakan sebagai bagian generator termoelektrik radioisotop untuk peralatan listrik dalam program luar angkasa China, yang khusus digunakan untuk eksplorasi ke bulan.


Tag : nuklir
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top