Xiaomi Tunda Mendaftarkan Sahamnya di Bursa China

Xiaomi Corp. masih belum membuat pembingkaian waktu untuk kembali melantai di bursa China lewat Chinese Depository Shares (CDR). Adapun penundaan ini dapat memukul ambisi China yang ingin mendorong raksasa teknologinya untuk mendaftar di bursa domestik.
Dwi Nicken Tari | 24 Juni 2018 11:07 WIB
Bursa China - smh.com.au

Kabar24.com, JAKARTA – Xiaomi Corp. masih belum membuat pembingkaian waktu untuk kembali melantai di bursa China lewat Chinese Depository Shares (CDR).

Adapun penundaan ini dapat memukul ambisi China yang ingin mendorong raksasa teknologinya untuk mendaftar di bursa domestik.

CEO Xiaomi Chew Zhou Zi menyampaikan, perusahaan pembuat perangkat telekomunikasi asal China itu tidak memiliki perselisihan apa pun dengan Komisi Regulator Sekuritas China.

Hal itu disampaikannya dua hari sebelum perusahaan memulai penawaran saham ritel di Hong Kong.  Penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) dari Xiaomi ini diperkirakan menjadi yang terbesar di dunia sejak dua tahun terakhir.

“Kami memutuskan untuk pertama-tama mendaftar di Hong Kong dan kemudian mendaftar CDR pada waktu yang tepat untuk memastikan skema CDR berjalan dengan baik,” kata Chew, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (24/6/2018).

Sebelumnya, Xiaomi dikabarkan ingin mematok dana sekitar US$10 miliar dari kombinasi IPO di Hong Kong dan CDR di China. Namun, pekan lalu Xiaomi malah memutuskan untuk menunda pendaftaran sahamnya di Shanghai.

Perubahan rencana yang tiba-tiba untuk mengincar dana dari investor China daratan pun mengurangi perolehan yang semula diinginkan Xiaomi.

Selain itu, langkah Xiaomi juga menarik mundur rencana China yang ingin bersaing dengan bursa Hong Kong dan New York sebagai bursa IPO terbesar di dunia.

Menurut sumber yang enggan disebutkan identitasnya, Xiaomi dan pengatur IPO-nya bakal memasarkan penawarannya di Hong Kong pada 22,7 kali hingga 29,3 kali perkiraan pendapatan Xiaomi pada 2019.

Pada akhirnya, penawaran itu akan lebih dari dua kali lipat seharga saham Apple Inc. dan sedikit lebih mahal dari 28 kali perkiraan pendapatan Tencent Holdings Ltd.

Adapun Chew menambahkan, Xiaomi pantas mendapatkan premi di dalam valuasinya karena perusahaan juga memiliki bisnis perangkat keras, internet, dan e-commerce.

Berdasarkan dokumen persyaratan untuk kesepakatan IPO, Xiaomi telah mendapat dukungan dari perusahaan wireless terbesar di China (China Mobile Ltd) dan raksasa chip dari AS (Qualcomm Inc.). Kedua perusahaan itu berpartisipasi sebagai investor utama yang akan memberikan dana sebesar US$6,1 miliar kepada Xiaomi.

Hal itu akan membuat penjualan saham Xiaomi menjadi yang terbesar di dunia, sejak Postal Savings Bank of China meraup dana hingga US$7,6 miliar di Hong Kong pada September 2016.

Berdasarkan dokumen tersebut, individual dapat mengambil antrian untuk membeli saham Xiaomi dari 25 Juni 2018 hingga 2 Juni 2018, dan bergabung dengan investor institusial yang telah mulai melakukannya sejak Kamis (20/6/2018).

Adapun saham perusahaan akan mulai diperdagangkan pada 9 Juli 2018 dengan Goldman Sachs Group Inc., Morgan Stanley., dan CLSA Ltd. bertindak sebagai sponsor gabungan untuk IPO ini. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, xiaomi

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top