Beri Kuliah Umum ke Mahasiswa Seni, Jokowi: Infrastruktur Untuk Konektivitas Antar Budaya

Presiden Joko Widodo mengharapkan proyek infrastruktur yang saat ini digencarkan tidak dilihat hanya untuk mendukung prasarana fisik, tapi juga memberikan konektivitas budaya antar suku bangsa di Nusantara.
Ni Putu Eka Wiratmini | 23 Juni 2018 12:41 WIB
Jokowi berfoto dengan peserta kuliah umum Presiden Republik Indonesia di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bali yang mengambil tema "Pemajuan Kesenian Nusantara Dalam Rangka Kebhinekaan dan Persatuan Indonesia" pada Sabtu (23/6). - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR – Presiden Joko Widodo mengharapkan proyek infrastruktur yang saat ini digencarkan tidak dilihat hanya untuk mendukung prasarana fisik, tapi juga memberikan konektivitas budaya antar suku bangsa di Nusantara.

Dalam kuliah umum di Institut Seni Indonesia (ISI) di Denpasar, Bali, Sabtu (23/6/2018), Presiden mengatakan selama ini sering terjadi salah tafsir mengenai pembangunan infrastuktur yang digencarkan pemerintahannya.

Banyak pihak menilai infrastuktur hanya untuk pembangunan fisik dan ekonomi. Namun, sesungguhnya lebih dari itu.

Menurutnya, semakin banyak infrastruktur yang memadai di Indonesia maka akan bisa mempersatukan 714 suku bangsa yang ada di wilayah Nusantara. Tanpa infrastruktur yang memadai, tidak akan ada pertemuan antar suku.

Selain itu, juga akan berpengaruh dengan munculnya budaya-budaya baru dari akulturasi antar suku.

Jokowi menyebutkan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), kereta api, hingga bandara baru akan memberikan peradaban baru bagi Indonesia.

“Infrastruktur yang membangun dan membentuk peradaban bagi masyarakat Indonesia ke depan, ini juga untuk menghadapi dunia yang berubah sangat cepat,” paparnya.

Kepala Negara menyatakan pembangunan infrastruktur harus bisa menjadi hal yang mempersatukan bangsa Indonesia serta mengingatkan bahwa Indonesia adalah satu bangsa dan satu tanah air.

“Saya pernah terbang dari Banda Aceh langsung ke Papua, tepatnya Wamena, dan itu ditempuh dalam waktu 9 jam 15 menit, itu kalau terbang dari London sampai Istanbul bisa melewati hingga 7-8 negara,” sebutnya.

Jokowi melanjutkan pembangunan infrasruktur Indonesia saat ini telah kalah jauh dari negara lain. Hal ini salah satunya terlihat dari keberadaan moda transportasi MRT dan LRT.

“Kita membangun sebuah budaya baru, misalnya budaya tepat waktu dan antre akan ada di sana [infratruktur baru],” tambahnya.

Pembangunan infrastruktur juga diharapkan mempercepat pembangunan teknologi. Saat ini, banyak teknologi baru bermunculan seperti kendaraan tanpa awak, teknologi pencetakan yang bisa membangun rumah dalam sehari, hingga ekspansi robotik menggantikan peran manusia.

Dengan gencarnya perkembangan teknologi tersebut, Jokowi berharap Indonesia tidak ketinggalan.

“Di Changi Airport misalnya yang dekat dengan Indonesia, sekarang yang membersihkan lantai bukan manusia tapi menggunakan robot,” ucap Presiden.

Tag : jokowi, infrastruktur
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top