Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DENUKLIRISASI SEMENANJUNG KOREA: Kim Jong-un & Xi Jinping Sepakati 'Perdamaian Sejati'

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden China Xi Jinping menyepakati masalah-masalah yang dibahas pada pertemuan tingkat tinggi antara keduannya, termasuk denuklirisasi semenanjung Korea.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Juni 2018  |  11:52 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, China, 20 Juni 2018. - .Reuters dari KCNA
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, China, 20 Juni 2018. - .Reuters dari KCNA

Bisnis.com, JAKARTA– Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden China Xi Jinping menyepakati sejumlah masalah yang dibahas pada pertemuan tingkat tinggi antara keduannya, termasuk denuklirisasi semenanjung Korea.

Dilansir Reuters, Kantor Berita Korea Utara KCNA mengatakan Kim dan Xi juga membahas pertemuan bersejarah yang dilakukan Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura pekan lalu dan bertukar pendapat tentang cara untuk menyelesaikan masalah denuklirisasi,

Pemimpin Korea Utara juga berjanji selama pertemuan dengan Xi di Beijing untuk bekerja sama dengan pejabat China guna mengamankan "perdamaian sejati" dalam proses “membuka masa depan baru" di semenanjung Korea.

Kunjungan dua hari Kim ke Beijing akan berakhir pada hari Rabu, menurut media pemerintah dari kedua negara. Kunjungan tersebut merupakan lanjutan dari KTT Singapura, di mana Kim dan Trump menegaskan kembali komitmen untuk menuju denuklirisasi lengkap di semenanjung Korea.

Sebelumnya, Trump mengejutkan para pejabat di Korea Selatan dan AS setelah pertemuan itu dengan mengatakan, dia akan mengakhiri latihan militer AS-Korsel yang provokatif.

AS dan Korsel juga mengatakan, pada Selasa (19/6/2018) bahwa mereka telah sepakan untuk menunda latihan militer gabungan yang dijadwalkan Agustus, meskipun keputusan mengenai latihan lanjutan belum dilakukan.

Sementara itu, menteri luar negeri Korea Selatan Kang Kyung-hwa hari ini mengatakan bahwa keputusan untuk menangguhkan latihan tersebut dapat dipertimbangkan kembali berdasarkan perkembangan masa depan dengan Korea Utara.

"Saya pikir kami telah menjelaskannya bahwa ini adalah niat baik untuk memperkuat momentum dialog," kata Kang, seperti dikutip Reuters.

"Ini tidak bersifat tetap. Latihan gabungan dapat kembali dilakukan jika dialog kehilangan momentum, atau jika Korea Utara tidak memenuhi komitmen denuklirisasi," katanya.

Kunjungan Kim ke China merupakan yang ketiga kalinya pada tahun ini. Xi mengungkapkan pujian yang tinggi pada pemimpin Korea Utara tersebut untuk "hasil positif" dari KTT pekan lalu dengan Trump.

KCNA juga melaporkan bahwa Xi mengatakan hubungan antara China dan Korea Utara telah memasuki tingkat perkembangan baru sejak kunjungan pertama Kim pada bulan Maret dan bahwa kesepakatan yang dibuat antara kedua pemimpin itu dilakukan "satu-per-satu".

Selain itu, Kim mengatakan kepada Xi bahwa dia bersedia untuk meningkatkan persahabatan dan kerja sama bilateral.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kim jong-un
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top