Ekonom: Resesi Turki Tidak Dapat Dihindari

Resesi di Turki dinilai tidak dapat dihindari. Akan tetapi, pemerintah baru hasil pemilihan umum pada 24 Juni mendatang memiliki peluang untuk melakukan langkah-langkah pencegahan.
Newswire | 17 Juni 2018 22:41 WIB

Bisnis.com, Turki - Resesi di Turki dinilai tidak dapat dihindari. Akan tetapi, pemerintah baru hasil pemilihan umum pada 24 Juni mendatang memiliki peluang untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. 

Ekonom Daron Acemolu mengungkapkan pemerintahan baru harus melakukan reformasi ekonomi dan politik yang serius sehingga kondisi resesi bisa diredam.

Dia melanjutkan, masalah Turki saat ini disebabkan oleh ketidakseimbangan ekonomi yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir, terutama oleh investasi.

Kepada surat abar Sozcu, Acemolu mengatakan dua dari tiga lira telah dihabiskan untuk membangun industry konstruksi di negara itu sejak 2010. Sebagai akibatnya, hal ini mempengaruhi produktivitas di negara setempat.

"Peningkatan produktivitas telah berubah negatif dan bukannya investasi dalam mesin dan kapasitas, sehingga terjadi ledakan investasi konstruksi," kata Acemolu, seorang profesor ekonomi di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Lebih lanjut dia mengatakan tak hanya reformasi ekonomi yang diperlukan, tetapi langkah-langkah untuk memperkuat demokrasi, yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kualitas pertumbuhan negara itu.

Upaya pemerintah baru, lanjutnya, harus juga mencakup langkah memperdalam demokrasi, memperkuat peradilan, transparansi dalam kebijakan ekonomi, dan meningkatkan produktivitas.

Dia juga menilai pemerintah berikutnya, entah berkoalisi atau tidak, tidak dapat mencegah prospek ekonomi berubah negatif. "Kami jelas tidak berbicara tentang krisis sistemik, melainkan pertumbuhan negatif dan stagnasi. Komitmen terhadap reformasi adalah hal yang penting, bukan apakah koalisi atau pemerintah satu partai berkuasa setelah pemilihan."

 

Sumber : ahvalnews6.com

Tag : turki
Editor : Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top