ECB Setop Beli Obligasi, Tapi Belum Jelas Soal Suku Bunga

Draghi dan koleganya akan mendiskusikan dan bahkan bakal mengumumkan, akhir dari program pembelian obligasi. Namun sejauh ini, mereka masih menghindari dari pertanyaan tentang bagaimana ECB akan mengubah panduan terkait biaya pinjaman.
Dwi Nicken Tari | 12 Juni 2018 17:39 WIB
Mario Draghi - Reuters/Francois Lenoir

Bisnis.com, JAKARTA – Apapun yang bakal dikatakan oleh Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi pekan ini melalui akhir program pembelian obligasi, tampaknya tidak akan menyebutkan perincian lebih lanjut mengenai rencana menaikkan suku bunga.

Pada rapat kebijakan ECB, Kamis (14/6/2018), Draghi dan koleganya akan mendiskusikan dan bahkan bakal mengumumkan, akhir dari program pembelian obligasi. Namun sejauh ini, mereka masih menghindari dari pertanyaan tentang bagaimana ECB akan mengubah panduan terkait biaya pinjaman.

Sebelumnya, ECB telah menyatakan bahwa suku bunga acuan otoritas moneter Eropa tersebut akan tetap berada di level rekor terendah sampai akhir pembelian obligasi benar-benar terlewati.

Namun, para pembuat kebijakan juga seringkali menyatakan bahwa suku bunga dapat dikerek sekitar pertengahan tahun depan. Pernyataan verbal untuk outlook pasar seperti itu pun memberikan opsi bahwa ECB benar-benar melangkah keluar dari stimulus longgar.

Sejauh ini, ECB terlihat telah belajar dari The Fed dan Bank Sentral Inggris (BOE), bahwa menjadi terlalu spesifik juga dapat membawa risiko.

“Yang telah dipelajari adalah ketika tidak ada keyakinan untuk menunjukkan arah suku bunga, maka sebaiknya katakana sedikit saja dan hindari membingungkan pasar dengan memberikan sinyal yang berubah-ubah,” kata Richard Barwell, ekonom BNP Paribas Asset Management di London, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (12/6/2018).

Adapun ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga depositonya pada kuartal II/2019 dan pintu utama suku bunga akan dinakkan pada kuartal III/2018.

Gubernur Bundesbank Jens Weidmann dan Gubernur Bank of France Francois Villeroy de Galhau yang menjadi anggota Dewan Gubenur ECB pun sempat menyatakan bahwa skenario seperti itu realistis.

Sementara itu kini, ECB memang tidak memiliki alasan untuk memberikan informasi spesifik. Pembelian aset akan terus dilanjutkan setidaknya hingga September. Inflasi perlahan-lahan bergerak naik dan perlambatan ekonomi untuk tahun ini masih belum dapat dipastikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ecb

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top