JELAJAH JAWA BALI 2018: Waspadai Jalur Selatan pada Malam Hari

Pemudik harus mewaspadai jalur menuju tol Purbaleunyi lewat Jalan Raya Bandung karena kurangnya rambu, penerangan jalan dan macet yang tidak terprediksi.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2018 | 09 Juni 2018 01:09 WIB
Ilustrasi: Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan tol fungsional Bogor, Cianjur dan Sukabumi (Bocimi) seksi I yang minim lampu penerangan dan marka jalan, di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/6/2018). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Perjalanan mudik menuntut kehati-hatian para pelakunya. Pemudik harus mewaspadai jalur menuju tol Purbaleunyi lewat Jalan Raya Bandung karena kurangnya rambu, penerangan jalan dan macet yang tidak terprediksi.

Tim jelajah Bisnis sempat terjebak macet selama 30 menit sejak pukul 21.30, Jumat (8/6/2018). Semula melalui aplikasi GPS, macet diperkirakan hanya memakan waktu 15 menit dengan jarak maksimal 4,5 km.

Namun yang terjadi justru kemacetan terus mengular karena banyak pemudik yang memaksakan kendaraan melaju melalui bahu jalan meskipun berbatu. Akibatnya terjadi penyempitan dan macet yang mengular.

Sementara itu sejauh pantauan tim jelajah Bisnis belum ada aparat lalu lintas atau posko siaga mudik di sekitar jalur ini. 

Selain itu, minimnya penerangan jalan menyebabkan jarak pandang bagi pemudik yang terbatas. Sepanjang jalan penerangan hanya mengandalkan penerangan dari rumah warga atau lampu ruko.

Menurut catatan Bisnis, menjelang mudik lebaran, kesiapan jalur selatan Jawa masih kurang dikarenakan minimnya rambu lalu lintas di ruas jalan tersebut.

Menanggapi hal itu, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menuturkan pihaknya sudah meminta BPTD untuk mengatasi minimnya rambu di jalur selatan Jawa.

"Sebenernya pembangunan jalan itu sendiri kan skemanya bermacam-macam ya, bisa saja pembangunan jalan sekaligus dengan marka atau rambu. Tapi kalau tidak memang saya harus mengisi, karena ini kan baru dibuka jadi nanti sampai dengan lebaran ini, saya sudah mendorong kepada BPTD untuk langsung mensurvei saja kebutuhan rambu untuk segera dibuat. Kalau belum ya habis lebaran," kata Budi, Rabu (6/6).

Kendati demikian, Budi mengaku di satu sisi minimnya rambu jalan juga disebabkan lalainya pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang tidak bisa menjaga rambu tersebut sehingga rambu yang telah dipasang hilang begitu saja.

Oleh karena itu, ke depannya Budi berharap setiap vendor atau pihak yang bekerjasama dengan Kemenhub memasang rambu/marka jalan bisa meminta tokoh masyakarat termasuk pejabat daerah serta Kepolisian setempat mengamankan rambu-rambu jalan.

Kegiatan Bisnis Indonesia LL-JJB 2018 turut didukung oleh PT XL Axiata Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), PT Astra Honda Motor, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Toyota Astra Motor, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten Tbk. (Bank BJB).

Penulis naskah: Tim Jelajah Jawa Bali 2018 (Krizia Putri Kinanti, Adam Rumansyah, Pandu Gumilar, M.Richard)

Sumber : tim jelajah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top