TENSI PERANG DAGANG AS-CHINA: Sikap Kontradiktif Trump Bingungkan Investor

Sikap kontradiktif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait negosiasi ekonomi dengan China membingungkan investor dan sekali lagi meningkatkan prospek perang dagang antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.
Renat Sofie Andriani | 24 Mei 2018 08:54 WIB
. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Sikap kontradiktif Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait negosiasi ekonomi dengan China membingungkan investor dan sekali lagi meningkatkan prospek perang dagang antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Pada Rabu (23/5/2018) waktu setempat, Trump mundur dari kerangka kerja hanya tiga hari setelah sejumlah anggota Kongres dan penasihat perdagangan mengritiknya karena dinilai terlalu lunak terkait China.

“Kesepakatan dagang kita dengan China berjalan dengan baik, tapi pada akhirnya kita mungkin harus menggunakan struktur yang berbeda bahwa ini akan terlalu sulit untuk dilakukan dan untuk memverifikasi hasilnya setelah selesai,” tulis Trump di akun Twitter-nya.

Trump telah mengisyaratkan arah baru untuk diskusi perdagangan, dengan mengatakan bahwa arah saat ini terlihat terlalu sulit untuk diselesaikan. Komentarnya ini muncul hanya sehari setelah ia mengungkapkan ketidakpuasannya dengan pembicaraan perdagangan antara dua negara itu baru-baru ini.

Padahal, selama akhir pekan kemarin, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyatakan kesepakatan antara AS dan China untuk menangguhkan aksi balas membalas pengenaan tarif serta mengadakan lebih banyak pembicaraan untuk meningkatkan ekspor AS ke China.

Pasar finansial pun merespons pernyataan Mnuchin dengan reli awal pekan ini. Namun setelah Trump memberi pernyataan berlawanan, investor harus menunggu untuk mendapat kejelasan lebih lanjut.

“Sekarang pasar memperkirakan adanya gejolak, karena setiap hari, komunikasi terlihat tidak konsisten dan kontradiktif,” kata Stefan Selig, managing partner di BridgePark Advisors dan mantan wakil menteri untuk perdagangan internasional di Departemen Perdagangan AS pada era Obama.

“Mengingat kerumitan masalah ini, semakin banyak orang yang menyadari ini akan menjadi upaya berkelanjutan dan penting yang tidak akan bisa diselesaikan dalam semalam,” tambah Selig, sepert dikutip Bloomberg.

Beberapa pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa ketidaksepakatan dalam tim perdagangan Trump yang harus disalahkan atas ketidakkonsistenannya pernyataan dalam pemerintah.

Keputusan Trump untuk menunda pengenaan tarif juga diwarnai kekhawatiran bahwa itu bisa membahayakan pembicaraan seputar program nuklir Korea Utara, dimana China memainkan peran penting sebagai aliansi terdekat negara terisolasi itu.

 

Tag : Donald Trump
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top