TNI-Polri Kompak, Elektabilitas Jokowi pun Naik

Kekompakan TNI-Polri menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari ancaman teror melalui wacana pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan atau Koopssusgab dinilai telah meningkatkan elektabilitas Jokowi.
Sholahuddin Al Ayyubi | 23 Mei 2018 19:48 WIB
Loading the player ...
TNI dan Polri terlihat kompak dan bahu membahu menangani kasus rentetan bom yang terjadi di Surabaya pertengahan bulan ini.

Bisnis.com, JAKARTA — Kekompakan TNI-Polri menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari ancaman teror melalui wacana pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan atau Koopssusgab dinilai telah meningkatkan elektabilitas Jokowi.

Pengamat Politik dari Lembaga Riset Publik (LRP) Muhammad Yunus berpandangan wacana penggabungan TNI-Polri itu dalam menjaga keamanan nasional dari ancaman teror dinilai menguntungkan Jokowi untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. Dia mengatakan melalui wacana penggabungan itu masyarakat akan merasa aman, nyaman dan terlindungi.

"Nah, jadi suasana ini harus diakui sebagai keberhasilan Jokowi yang kemudian akan menguntungkan bagi elektabilitas dia,” tutur Yunus, Rabu (23/5).

Dia menilai Jokowi sudah banyak belajar dari peristiwa sebelumnya untuk menghindari hal-hal yang dapat menggerogoti citra dirinya di dalam kabinet dan pemerintahannya. Yunus menjelaskan Jokowi yang merupakan seorang pemimpin dari sipil telah membuktikan bahwa dirinya juga memiliki jiwa tegas dan berwibawa.

"Karena Jokowi selalu diserang oleh lawannya dengan disebut tidak tegas, bukan pemimpin dari militer yang berwibawa dan ditakuti. Nah, dia membuktikan bahwa dia juga bisa tegas," katanya.

Menurutnya, situasi akan jauh berbeda jika antar TNI-Polri terjadi perbedaan atau friksi dalam menghadapi ancaman teror negara. Menurutnya, jika hal itu terjadi elektabilitas Jokowi hampir dipastikan terganggu karena dianggap tidak berhasil mewujudkan keamanan nasional.

“Misalnya, antar pimpinan TNI-Polri saling silang arah, sikapnya beda, penyataannya beda karena cari untung sendiri dari situasi keamanan. Yang rugi pasti Jokowi,” ujarnya.

Tag : bom
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top