Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

800 Warga Iran Keracunan Jamur Liar, 11 Orang Meninggal

Lebih dari 800 orang keracunan dan setidaknya 11 orang meninggal di Iran setelah mengonsumsi jamur liar beracun.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 22 Mei 2018  |  07:40 WIB
Ilustrasi. - Istimewa
Ilustrasi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Lebih dari 800 orang keracunan dan setidaknya 11 orang meninggal di Iran setelah mengonsumsi jamur liar beracun.

Korban jatuh di 10 provinsi di barat Iran. Dilansir dari BBC, Selasa (22/5/2018), setidaknya dua orang diketahui melakukan transplantasi hati.

Provinsi Kermanshah, yang berbatasan dengan Irak, mengalami jumlah kasus tertinggi. Kasus serupa juga terjadi di provinsi tetangganya, yaitu Lurestan dan Kurdistan.

Pemerintah setempat telah meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli jamur dan hanya membeli jamur yang sudah dikemas dan disegel di toko-toko. Di Iran, jamur terkadang dijual di pinggir jalan.

Kantor berita Tasnim, yang dikutip The Guardian, menemui seorang perempuan bernama Behnaz yang ibunya menjadi korban. Menurutnya, sang ibu selalu mencari jamur di musim semi.

"Dia menggoreng beberapa dan memakannya dan keracunan. Kami membawanya ke rumah sakit ketika kondisinya semakin parah. Dia sudah membaik dan dokter sangat senang dengan perkembangannya," ujar Behnaz.

Dia menuturkan beberapa tetangga ibunya juga keracunan dan mengalami gejala yang sama, tapi sekarang sudah membaik dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Jamur liar itu disebut serupa dengan jamur yang aman dimakan. Jamur beracun ini bisa menyebabkan sakit kepala parah hingga gangguan pencernaan dan kematian.

Jamur tersebut tumbuh di pegunungan di barat Iran setelah musim semi. Namun, hujan yang sering terjadi membuat jamur liar semakin tumbuh subur di kawasan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran keracunan

Sumber : BBC, The Guardian

Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top