Sepekan Setelah Teror Bom, Polri-TNI Perketat Pengamanan Gereja di Surabaya

Aparat keamanan dari Polri dan TNI memperketat penjagaan gereja-gereja di Surabaya, sepekan setelah terjadi pengeboman di tiga gereja di kota itu.
Newswire | 20 Mei 2018 12:12 WIB
Warga melakukan aktivitas bersih-bersih di depan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5/2018). - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA -- Aparat keamanan dari Polri dan TNI memperketat penjagaan gereja-gereja di Surabaya, sepekan setelah terjadi pengeboman di tiga gereja di kota itu.

"Pagi-pagi sekali anggota sudah kami siagakan untuk berjaga demi memberikan rasa aman serta nyaman bagi jemaat yang akan beribadah," ujar Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Machfud Arifin, seperti dilansir Antara, Minggu (20/5/2018).

Pengamanan yang dilakukan mencakup anggota Brimob Jatim bersenjata lengkap serta unsur TNI yang dipersenjatai senjata laras panjang. Pengamanan juga tidak hanya di pintu masuk gereja, tapi juga di beberapa titik sekitar gereja.

Bahkan, polisi menutup total arus lalu lintas di beberapa gereja yang lokasinya bukan berada di jalan umum. Hanya jemaat yang akan melakukan kebaktian atau misa yang boleh lewat.

Hal ini terlihat di Gereja Kristen Abdiel Gloria Pusat di Jalan Pancar, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Pregolan, serta sejumlah gereja lainnya.

Selain itu, para jemaat mesti terlebih dulu melewati meja penjagaan dari petugas untuk diperiksa tas serta barang bawaannya sebelum masuk lokasi gereja.

Sumber : Antara

Tag : bom
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top