Pejabat Perdagangan AS: NAFTA Masih Jauh dari Kata Sepakat

Pejabat utama perdagangan AS mematahkan prospek terobosan revisi Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA) yang jatuh tempo pada Kamis (17/5/2018), setelah PM Kanada memberikan pernyataan positif.
Dwi Nicken Tari | 18 Mei 2018 12:57 WIB
Ilustrasi NAFTA

Bisnis.com, JAKARTA — Pejabat utama perdagangan AS mematahkan prospek terobosan revisi Kesepakatan Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA) yang jatuh tempo pada Kamis (17/5/2018), setelah PM Kanada memberikan pernyataan positif.

Kepala Perwakilan Perdagangan AS (US Trade Representative/USTR) Robets Lighthizer menyatakan negara-negara NAFTA masih jauh dari kesepakatan. Dia merujuk kepada perbedaan dalam isu-isu seperti kekayaan intelektual, akses agrikultur, pekerja, dan energi.

“Kami akan melanjutkan pekerjaan untuk mencapai kesepakatan terbaik bagi petani, peternak, buruh, dan pebisnis AS,” katanya seperti dilansir Reuters, Jumat (18/5).

Masa depan perundingan perdagangan antara AS, Meksiko, dan Kanada ini sekarang berada di tengah ketidakpastian seiring lewatnya tenggat waktu. Sejauh ini, belum ada respons langsung atas komentar Lighthizer dari Pemerintah Kanada, baik dari Perdana Menteri (PM) Justin Trudeau maupun Menteri Luar Negeri (Menlu) Chrystia Freeland.

Pada Kamis (17/5), Trudeau sempat menyampaikan dia merasa positif mengenai pembicaraan revisi NAFTA sedangkan pejabat senior Pemerintah Meksiko mencatat kesepakatan kemungkinan akan tercapai pada akhir Mei 2018.

“Sejujurnya, kami sudah sampai kepada titik di mana ada kesepakatan bagus. Saya merasa positif terkait hal ini,” ujarnya.

Adapun Freeland berkunjung ke Washington pada Kamis (17/5) untuk pertemuan internal dengan pejabat buruh dan perwakilan dari Kamar Dagang AS.

Begitu pula tim negosiator Meksiko yang tengah berada di Washington. Namun, sejauh ini belum ada tanggal pasti untuk pertemuan tingkat menteri berikutnya untuk membicarakan NAFTA dengan AS dan Kanada.

Menteri Ekonomi Meksiko Ildefonso Guajardo berpendapat kesepakatan dapat tercapai pada akhir Mei 2018. Tetapi, dia menambahkan bahwa jika tidak tercapai, maka dipastikan pembicaraan ini akan diperpanjang hingga setelah Pemilu Meksiko pada 1 Juli 2018.

Jika hal itu terjadi, AS dan Meksiko harus segera menyelesaikan jalan buntu mengenai permintaan AS untuk menaikkan upah di sektor otomotif dan meningkatkan produksi mobil Amerika Utara yang dibuat negara-negara NAFTA.

“Semua renegosiasi NAFTA yang berdampak buruk bagi pekerjaan di Meksiko saat ini sangat tidak dapat diterima,” tegasnya lewat akun Twitter-nya.

Adapun, pejabat AS meminta negosiasi NAFTA harus segera diselesaikan secepatnya supaya dapat memberikan waktu bagi Kongres AS saat ini untuk melakukan voting terhadap keputusan final.

Di bawah UU Otoritas Promosi Perdagangan AS, Trump harus melapor kepada Kongres AS selama 90 hari sebelum dia dapat menandatangani kesepakatan.

Setelah itu, Komisi Perdagangan Internasional AS (ITC) akan memiliki waktu 105 hari setelah penandatanganan itu untuk mempelajari dampak dari kesepakatan.

Sebelumnya, Ketua DPR AS Paul Ryan menyampaikan Kongres AS harus menerima pemberitahuan dari kesepakatan baru NAFTA pada Kamis (17/5) agar memberikan waktu bagi Kongres sekarang untuk memprosesnya, sebelum anggota Kongres baru yang terpilih pada Januari 2018 mulai bekerja. 

Tag : nafta
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top