KTT KOREA: Korut Tunda Pertemuan Dengan Korsel

Korea Utara dikabarkan telah menunda pertemuan tingkat tinggi (KTT) tingkat menteri antara Korea Utara dan Korea Selatan, yang sedianya akan diadakan pada hari ini, Rabu (16/5/2018) waktu setempat.
Renat Sofie Andriani | 16 Mei 2018 14:54 WIB
Jet tempur Angkatan Udara AS F-22 Raptor terbang di atas kompleks apartemen di Gwangju, Korea Selatan, 16 Mei 2018. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Utara dikabarkan telah menunda pertemuan tingkat tinggi (KTT) tingkat menteri antara Korea Utara dan Korea Selatan, yang sedianya akan diadakan pada hari ini, Rabu (16/5/2018) waktu setempat.

Pertemuan antara kedua Korea itu sedianya akan fokus pada rencana pelaksanaan deklarasi KTT antar-Korea, mencakup janji untuk mengakhiri secara resmi Perang Korea serta realisasi denuklirisasi seutuhnya.

“AS harus melakukan upaya untuk menciptakan atmosfer untuk saling menghormati dan percaya diri sebelum terlaksananya dialog, alih-alih melakukan hal bodoh yang dapat membalikkan tren baik yang dibuat dengan banyak upaya,” terang kantor berita Korut KCNA, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (16/5/2018).

Keputusan Korea Utara untuk secara sepihak menunda pertemuan antara kedua Korea itu disesalkan oleh pihak Korea Selatan.

“Tindakan Utara tersebut tidak konsisten dengan semangat dan tujuan mendasar dari Deklarasi Panmunjeom yang disepakati oleh para pemimpin [Korea] Selatan dan [Korea] Utara pada 27 April,” ujar juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Baik Tae-hyun.

Seperti diketahui, Korea Utara dan Korea Selatan pada Selasa sepakat mengadakan pembicaraan tingkat tinggi antar-Korea pada Rabu (16/5/2018) untuk membahas langkah demi menegakkan janji pelucutan nuklir di semenanjung Korea, kata Kementerian Penyatuan Korea Selatan.

Pertemuan tersebut akan membahas rencana khusus untuk melaksanakan pernyataan antar-Korea pada 27 April, yang mencakup janji mengakhiri perang tujuh dasawarsa pada tahun ini, dan mencapai "pelucutan nuklir lengkap".

"Korsel dan Korut akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi antar-Korea pada 16 Mei di Gedung Perdamaian Panmunjom untuk membahas pelaksanaan 'Pernyataan Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Penyatuan Semenanjung Korea'," kata Kementerian Penyatuan dalam pernyataannya seperti dikutip Antara, Rabu (16/5/2018).

Pertemuan itu akan menjadi yang terkini dalam serangkaian langkah Korut, yang memacu harapan bahwa perang tujuh dasawarsa di Semenanjung Korea kemungkinan segera berakhir.

Korut menjadwalkan pembongkaran lokasi uji coba bom nuklirnya antara sekitar 23-25 Mei untuk menegakkan ikrar demi menghentikan uji coba nuklir, demikian laporan media pemerintah itu pada Sabtu, sebulan sebelum rencana pertemuan puncak Korea Utara-Amerika Serikat di Singapura.

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un akan bertemu pada 12 Juni, skenario yang tampaknya mustahil mengingat penghinaan dan ancaman yang dilontarkan antara kedua pemimpin itu dalam satu tahun terakhir.

Perundingan inter-Korea pada Rabu sedianya Korut mengirim delegasi 29 anggota yang dipimpin oleh Ri Son-gwon, ketua 'Komite untuk Reunifikasi Damai negara'. Juga dalam delegasi akan diwakili Kim Yun-hyok, wakil menteri Perkeretaapian, dan Won Kil-U, wakil menteri Budaya dan Olahraga.

Dari Korsel, Menteri Penyatuan Cho Myoung-gyon sedianya memimpin kelompok terdiri atas lima perutusan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korea utara

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top