Informasi di Medsos Jangan Buat Panik Masyarakat

Polri khawatir dengan dampak informasi yang beredar di media sosial, dapat membuat masyarakat panik karena informasinta tidak valid.
Arif Gunawan | 16 Mei 2018 20:42 WIB
Mobil yang digunakan pelaku teror dalam kondisi rusak di depan pintu masuk Polda Riau, di Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5/2018). - ANTARA/Retmon

Bisnis.com, PEKANBARU -- Polri khawatir dengan dampak informasi yang beredar di media sosial, dapat membuat masyarakat panik karena informasinta tidak valid.

Wakapolri Komjen M. Syafruddin mengatakan pihaknya mengapresiasi media mainstream seperti media cetak dan online yang sudah memberitakan peristiwa secara utuh. Namun dia khawatir dengan perkembangan informasi di media online.

"Memprihatinkan itu media di luar mainstream seperti media broadcast dan media sosial yang pemimpin redaksinya satu tapi medianya banyak," katanya saat konferensi pers di Pekanbaru, Rabu (16/5/2018).

Hal yang dikhawatirkan pihaknya lewat media sosial itu seperti informasi yang sudah puluhan tahun, tiga tahun lalu, atau ada peristiwa di Filipina Selatan, Thailand Selatan, Rohingya, Suriah, tetapi ditulis seolah kejadiannya di Indonesia. Dibroadcast dan dipenggal sedemikian rupa sehingga informasi itu membuat panik masyarakat.

Syafruddin menyebut kalau informasi itu ditulis utuh dari A sampai Z, tentu saja masalah seperti itu tidak akan muncul dan masyarakat akan tenang.

Karena itu pihaknya berharap TNI, Polri dan media mainstream cetak dan online dapat bekerja sama dengan baik.

Tag : bom
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top