Aparat Diminta Waspadai Sel JAD di Daerah Lain

Pengamat Terorisme dari Universitas Malikussaleh Al Chaidar mengingatkan bahwa jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) terdapat di sejumlah wilayah.
Saeno, Sholahuddin Al Ayyubi, Arif Gunawan | 16 Mei 2018 14:17 WIB
Polisi mengamankan mobil yang digunakan penyerang di Mapolda Riau. - Bisnis/Arif Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengamat Terorisme dari Universitas Malikussaleh Al Chaidar mengingatkan bahwa jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) terdapat di sejumlah wilayah.

Ia menyampaikan hal itu saat ditanya siapa yang berada di balik serangan ke Mapolda Riau. Menurutnya pelaku penyerangan masih terkait dengan JAD.

"Kelompok yang sama JAD Riau," ujar Al Chaidar sambil menyebutkan aksi penyerangan ke Mapolda Riau masih rangkaian dari efek insiden Mako Brimob

Ia membenarkan bahwa serangan JAD masih mungkin berlangsung jika dikaitkan dengan daerah yang menjadi titik keberadaan jaringan kelompok ini. 

 

Sebelumnya, Mabes Polri menyampaikan dugaan bahwa para pelaku teror yang melakukan penyerangan di Polda Riau merupakan teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengakui pola serangan yang dilakukan orang tidak dikenal (OTK) di Polda Riau pagi tadi hampir mirip dengan serangan yang biasa dilakukan teroris dari kelompok JAD di beberapa wilayah sebelumnya seperti di Surabaya dan Sumatra Selatan.

"Memang pola serangannya hampir sama. Jadi kami menduga kuat bahwa pelaku di Mapolda Riau itu masih jaringan teroris JAD," tuturnya, Rabu (16/5/2018).

Dia menjelaskan pelaku yang diketahui ada 5 orang di dalam sebuah mobil itu menyerang sejumlah petugas Polri hingga menyebabkan 2 orang anggota Polri terluka.

Akibat serangan tersebut, Polri terpaksa menembak mati keempat pelaku sedangkan 1 orang teroris telah diamankan karena berusaha melarikan diri dengan cara menabrak petugas hingga tewas.

"Semua sudah kami amankan, saat ini kami sedang sterilisasi karena diduga ada bahan peledak," katanya.

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang saat bertolak dari Mapolda Riau menuju Rumah Sakit Bhayangkara./Bisnis-Arif Gunawan

Mapolda Riau diserang orang tak dikenal pada Rabu pagi. Pelaku menerobos saat pintu gerbang Mapolda baru tertutup setengahnya.

 

Sementara itu, dari Riau dilaporkan bahwa Kapolda Riau Irjen Pol Nandang siang ini menuju rumah sakit Bhayangkara untuk melihat dua anggota Polda Riau yang terluka yaitu Brigadir John Hendrik dan Kompol Farid Abdullah.

Selain dua anggota polisi, dua wartawan yaitu Rian Rahman dari TV One dan Rahmadi dari MNC TV juga dirawat di rumah sakit yang sama. Keduanya ditabrak mobil pelaku teror di Mapolda Riau.

Tag : bom, terorisme
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top