Dengar Bunyi Tembakan, Plt Gubernur Riau Terlihat Tegang

Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim termasuk yang mendengar langsung bunyi tembakan antara pihak Kepolisian dengan pelaku teror yang terjadi di Gedung Mapolda Riau.
Arif Gunawan, Sholahuddin Al Ayyubi | 16 Mei 2018 11:35 WIB
Aparat menjaga Polda Riau, kendaraan taktis disiapkan di samping satu sepeda motor yang tampak masih tergeletak./Bisnis - Arif Gunawan

Bisnis.com, RIAU - Serangan pelaku teror ke Mapolda Riau dijawab dengan tindakan tegas oleh aparat yang bertugas.

Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim termasuk yang mendengar langsung bunyi tembakan antara pihak Kepolisian dengan pelaku teror yang terjadi di Gedung Mapolda Riau.

Saat mendengar bunyi itu, Wan Thamrin Hasyim belum berkomentar banyak dan terlihat ekspresi tegang di wajahnya.

"Saya istirahat dulu di kamar, saya istirahat dulu," kata Wan Thamrin seperti ditirukan Melba Ferry, wartawan yang sedang meliput di Pemprov Riau, Rabu (16/5/2018).

Selain Plt Gubernur, tampak juga pejabat teras pemprov lainnya seperti Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Asisten I Setdaprov Ahmad Syahharrofie, Asisten II Masperi, Asisten III Indrawati Nasution, serta kepala satuan kerja di lingkungan pemprov Riau. Semuanya juga terlihat cemas dan tegang saat mendengar bunyi tembakan tersebut.

Pelaku Ditembak Mati

Polisi berhasil mengatasi penyerangan ke Mapolda Riau. Empat pelaku ditembak mati di lokasi kejadian, sementara satu pelaku lainnya yang sempat melarikan diri telah ditangkap dan diamankan di Polresta Pekanbaru.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam keterangan pers, Rabu (16/5/2018), pelaku menggunakan mobil Avanza bernomor 1192 FQ.

Setyo menuturkan, kendaraan yang digunakan penyerang sempat dihalang-halangi anggota Polda Riau. Dari mobil itu juga disebutkan 4 orang turun dan menyerang anggota Kepolisian menggunakan samurai.

Akibat serangan itu menurut Setyo, dua anggota Polri mengalami luka.

Adapun sekelompk orang tak dikenal (OTK) tersebut dilumpuhkan dengan penembakan dan akhirnya 4 orang tewas.

Sementara itu, satu orang lainnya sempat mencoba melarikan diri dengan menggunakan mobil dan sempat menabrak anggota Polri yang sedang bertugas, juga menabrak satu jurnalis TVOne bernama Rian Rahman yang sedang bertugas.

Menurut Setyo, mobil pelaku penyerangan sudah diamankan. "Avanza tersebut sudah diamankan dan disterilisasi karena diduga ada barang-barang mencurigakan, yang melarikan diri sudah dapart ditangkap dan diamankan di Polresta Pekabaru," ujar Setyo.

Ia juga menyebutkan beberapa barang yang diamankan oleh aparat Kepolisian, yaitu kendaraan bermotor, 5 sebo (penutup wajah), sepatu 3 pasang, serta 3 bilah samurai.

Sebelumnya, Kabag Humas Polda Riau AKBP Sunarto menyebutkan ada satu anggota Kepolisian yang meninggal dunia. Aparat yang meninggal bernama Ipda Auzar. Korban sempat dibawa ke rumah sakit Bhayangkara, Pekanbaru.

Sementara itu, laporan di lapangan, Satbrimobda Polda Riau dengan petugas jihandak menyisir lokasi sekitar Mapolda Riau. Polisi juga menurunkan anjing pelacak untuk mengantisipasi adanya bahan peledak di sekitar lokasi.

Sebelumnya diberitakan, sterilisasi dilakukan aparat termasuk larangan kepada masyarakat untuk tidak mendekati lokasi. Aparat juga melakukan penyisiran untuk mengejar pelaku penyerangan yang melarikan diri. Diperkirakan pelaku yang melarikan diri satu orang.

Berdasar informasi di lapangan, empat pelaku tewas ditembak. Aksi penyerangan itu juga menyebabkan satu polisi meninggal dunia, satu petugas lainnya mengalami luka.

Penyerangan itu juga menyebabkan dua wartawan terluka. Mereka sedianya mengikuti konferensi pers soal pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Riau.

Tag : bom, terorisme
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top