Aparat Lakukan Sterilisasi dan Pengejaran, Siapa pun Dilarang Keluar-Masuk Mapolda Riau

Sterilisasi dilakukan aparat termasuk larangan kepada masyarakat untuk tidak mendekati lokasi. Aparat juga melakukan penyisiran untuk mengejar pelaku penyerangan yang melarikan diri. Diperkirakan pelaku yang melarikan diri satu orang.
Arif Gunawan, Sholahuddin Al Ayyubi | 16 Mei 2018 10:55 WIB
Aparat melakukan penjagaan, nampak di latar belakang aparat lain mengawasi satu unit Avanza putih yang dilakukan pelaku penyerangan ke Mapolda Riau. - Bisnis/Arif Gunawan

Bisnis.com, RIAU - Polda Riau kini melakukan penjagaan ketat dan melarang siapa pun masuk atau keluar Mapolda Riau.

Sterilisasi dilakukan aparat termasuk larangan kepada masyarakat untuk tidak mendekati lokasi. Aparat juga melakukan penyisiran untuk mengejar pelaku penyerangan yang melarikan diri. Diperkirakan pelaku yang melarikan diri satu orang.

Berdasar informasi di lapangan, empat pelaku tewas ditembak. Aksi penyerangan itu juga menyebabkan satu polisi meninggal dunia, satu petugas lainnya mengalami luka.

Penyerangan itu juga menyebabkan dua wartawan terluka. Mereka sedianya mengikuti konferensi pers soal pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Riau.

Sebelumnya diberitakan petugas di Mapolda Riau menembak mati satu orang tidak dikenal (OTK) yang berencana melakukan penyerangan terhadap anggota Polri. Pelaku menggunakan senjata tajam saat berupaya menyerang aparat yang tengah bertugas pada 16 Mei 2019 pukul 09.10 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal membenarkan telah terjadi insiden itu dan 1 orang pelaku telah ditembak mati.

Dia mengatakan Kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan motif OTK tersebut melakukan penyerangan.

"Iya memang benar. Satu orang terduga teroris telah tertembak. Insiden ini masih ditangani," tutur Iqbal, Rabu (16/5/2018).

Menurut Iqbal, pelaku yang berjumlah 2 orang menggunakan sebuah mobil untuk melakukan penyerangan.

Dia menjelaskan ketika mobil tersebut akan diperiksa petugas yang berjaga, mendadak mobil itu menabrak pintu gerbang dan salah satu OTK turun membawa senjata tajam untuk menyerang petugas.

"Sampai saat ini kami masih menyelidiki kasus ini, tunggu saja ya," kata Iqbal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bom, terorisme

Sumber : Kompas TV
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top