INFOGRAFIK: Menengok Profil Indah Prakarsa Sentosa (INPS)

Sejak IPO, saham INPS telah melonjak lebih dari 500%
Ana Noviani | 08 Mei 2018 16:36 WIB
Seremoni pencatatan saham PT Indah Prakarsa Sentosa Tbk. - BEI

JAKARTA--Sudah lebih dari satu bulan, saham PT Indah Prakarsa Sentosa Tbk. (INPS) diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Dalam periode tersebut, saham INPS telah meroket 564,85%.

Pada 6 April 2018, saham INPS dicatatkan pada level harga Rp276 per saham. Lantas, pada Selasa (8/5/2018), saham INPS ditutup naik ke level Rp1.835 per saham.

Emiten kelima yang melantai di bursa saham tersebut memutuskan untuk melepas hanya 150 juta lembar saham atau setara 23,08% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

 

Perseroan yang dikenal dengan nama Inprase ini dimulai sebagai perusahaan perdagangan di bidang bahan bakar oleh Surya Winata pada 1960.

Lantas, pada 1980, perusahaan menjadi pelopor perdagangan bahan bakar dan logistik sebagai mitra bisnis Pertamina di Jabodetabek.

Sepuluh tahun kemudian atau pada 1990, Inrase memperluas divisi logistik, bahan bakar, pelumas, dan LPG di Jabodetabek dan cabang lain di Indonesia. Alhasil, saat ini, INPS menjadi perusahaan logistik dan distribusi terintegrasi di Indonesia.

Eddy Purwanto Winata, Direktur Utama Indah Prakasa Sentosa, optimistis saham perseroan akan mendapat tanggapan positif dari para investor karena ditunjang oleh fundamental keuangan yang sehat, manajemen yang profesional serta operasional yang stabil. Ditambah dengan pengalaman selama hampir 30 tahun di bidangnya serta reputasi yang baik di sektor logistik maupun distribusi energi, jelas memberikan nilai tambah bagi Inprase.

Inprase saat ini memiliki dan mengoperasikan 2 (dua) unit kapal SPOB serta lebih dari 180 unit truk berbagai jenis untuk menunjang kegiatan operasionalnya.

Portofolio pelanggan Inprase saat ini terdiri dari Pertamina sebagai pelanggan terbesar dan berbagai perusahaan manufaktur, logistik, pelayaran, perminyakan dan lain-lain. Saat ini yang menjadi pelanggan Inprase selain Pertamina adalah NSK Bearing Manufacturing, PT Softex Indonesia, PT Fastrata Buana, PT Pelindo Energi Logistik, PT Baria Bulk Terminal, PT. Perusahaan Pelayaran Gurita Lintas Samudra, PT Indorama Venture Indonesia dan PT. Shell Indonesia.

 

Tag : emiten, logistik
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top