Proses Akuisisi Flipkart oleh Walmart Dekati Tahap Final

Walmart Inc. semakin mendekati finalisasi kesepakatan untuk membeli saham Flipkart Online Services Pvt
Dwi Nicken Tari | 23 April 2018 17:20 WIB
Walmart - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Walmart Inc. semakin mendekati finalisasi kesepakatan untuk membeli saham Flipkart Online Services Pvt.

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya, kesepakatan yang bernilai setidaknya US$12 miliar itu akan rampung dalam dua pekan ke depan.

“Semua investor mayoritas Flipkart kini berada di kapal yang sama dengan Walmart, setelah sebelumnya sempat berdebat dengan pilihan menjual ke Amazon.com Inc.,” ujar sumber itu seperti dikutip Bloomberg, Senin (23/4).

Sumber itu melanjutkan, Tiger Global Management akan menjual hampir 20% sahamnya di Flipkart, sementara SoftBank Group Corp. akan menjual 20% bagian substansial dari kepemilikannya.

Alhasil, Walmart akan menguasai 60% hingga 80% saham Flipkart dan membawa nilai pasar perusahaan pionir e-commerce di India itu menjadi US$20 miliar.

Adapun beberapa isu yang masih harus diselesaikan adalah mengenai nasib pendiri Flipkart dan siapa yang akan memimpin Flipkart setelah kesepakatan ini.

“Jumlah dari setiap penjualan investor saat ini dan ukuran saham final Walmart masih perlu difinalisasi,” lanjut sumber tersebut sambil menambahkan bahwa kondisi kesepakatan ini masih bisa berubah dan kemungkinan terburuknya bisa saja gagal.

Dewan direksi Flipkart baru-baru ini pun telah berdiskusi terkait proposal kompetisi penawaran sahamnya.

Kendati pilihan untuk menerima tawaran Walmart telah dibicarakan sejak tahun lalu, baru sekarang mereka memutuskan untuk memilih Walmart karena kesepakatan tampaknya dapat tercapai dengan mudah.

Selain itu, Walmart juga hanya sedikit menghadapi hambatan regulasi karena abstainnya kehadiran peritel daring di Negeri Bollywood saat ini. Di sisi lain, Amazon sebagai pemain e-commerce kedua terbesar di dunia telah menjadi kompetitor utama Flipkart.

Penemu Flipkart, Sachin dan Binny Bansal juga menyatakan dukungan mereka untuk lebih memilih Walmart daripada Amazon.

Jika kesepakatan tercapai, kesepakatan ini akan memberikan Walmart sebuah pijakan substansial di pasar India, emerging market dengan 1,3 juta jiwa penduduk.

Adapun, Walmart yang berbasis di Arkansas, The Bentonville, ini merupakan perusahaan ritel terbesar di dunia.

Namun, belakangan ini, mereka tengah berhadapan dengan Amazon karena banyak konsumen yang pindah ke Amazon untuk berbelanja daring.

Oleh karena itu, India tampil sebagai pasar besar yang potensial setelah AS dan China bagi Walmart. Bahkan, Negeri Bollywood ini  telah banyak mengundang peritel asing untuk membuat kemajuan kecil di dalamnya dan berusaha menyaingi Alibaba Group Holding Ltd.

Adapun, label harga sebesar US$20 miliar tersebut secara substansial lebih tinggi daripada valuasi Flipkart yang hanya US$12 miliar tahun lalu, sebagai perusahaan rintisan paling bernilai di India.

Sejauh ini, Tiger dan SoftBank merupakan pemilik saham terbesar di usaha rintisan, diikuti oleh Naspers Ltd milik Afrika Selatan. Jika kesepakatan ini final, maka ini akan menjadi kelahiran pertama terbesar dalam e-commerce India.

Tag : walmart
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top