PERDAMAIAN KOREA: Korsel Setop Siaran Propaganda di Perbatasan Korut

Korea Selatan, Senin (23/4/2018), menghentikan siaran propaganda di perbatasan dengan Korea Utara untuk menciptakan suasana damai menjelang pertemuan puncak pertama antar-Korea dalam satu dasawarsa pada Jumat (20/4/2018), kata Kementerian Pertahanan.
Martin Sihombing | 23 April 2018 16:16 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyambut seorang anggota delegasi khusus Presiden Korea Selatan saat makan malam, 6 Maret 2018. Foto dirilis Kantor Berita Korea Utara. - Reuters

Bisnis.com, SEOUL -  Korea Selatan, Senin (23/4/2018), menghentikan siaran propaganda di perbatasan dengan Korea Utara untuk menciptakan suasana damai menjelang pertemuan puncak pertama antar-Korea dalam satu dasawarsa pada Jumat (20/4/2018), kata Kementerian Pertahanan.

Korea Utara juga memiliki siaran propaganda di perbatasan, tetapi pejabat kementerian pertahanan mengatakan tidak bisa memastikan apakah Korea Utara menghentikan pula siarannya. Pada Februari, Korea Utara menurunkan volume siaran propaganda di perbatasannya setelah upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan.

"Kami berharap keputusan ini membuat kedua Korea menghentikan perselisihan dan propaganda terhadap satu sama lain dan juga memberikan iuran dalam menciptakan perdamaian dan permulaan baru," kata kementerian pertahanan dalam pernyataan.

Kementerian itu tidak menentukan apakah siaran tersebut akan dihentikan setelah pertemuan minggu ini antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Itu adalah pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun siaran Korea Selatan, yang berisi campuran berita, musik pop Korea Selatan dan kritik untuk rezim Korea Utara, telah dihentikan. Siaran dihentikan pada pertengahan 2015 hanya untuk dimulai kembali pada Januari 2016 setelah uji coba nuklir keempat Korea Utara.

Pyongyang telah melakukan dua uji coba nuklir lagi sejak saat itu. Siaran propaganda dihentikan pada tengah malam, kata Kementerian Pertahanan.

Kedua Korea sedang mempersiapkan pertemuan puncak pada Jumat, dengan para pejabat berada di desa gencatan senjata perbatasan Panmunjom pada Senin untuk menuntaskan detail tentang keamanan dan liputan media dari acara tersebut.

Korea Utara mengatakan pada Sabtu bahwa pihaknya menangguhkan uji coba nuklir dan peluru kendali serta menutup situs uji coba nuklirnya, dan memilih mengejar pertumbuhan ekonomi dan perdamaian.

Presiden AS Donald Trump, yang akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam beberapa minggu mendatang, menyambut baik pengumuman itu dan memperingatkan lebih banyak kemajuan dibutuhkan.

"Kami masih jauh dari penyelesaian tentang Korea Utara, mungkin segala sesuatunya akan berhasil dan mungkin mereka tidak akan - hanya waktu yang akan membuktikan," kata Trump di Twitter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
duo korea

Sumber : ANTARA/REUTERS
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top