Penyuluh Keagamaan Islam Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Para penyuluh bidang keagamaan Islam di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, diminta terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing.
Nurudin Abdullah | 17 April 2018 17:41 WIB
Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rajak, memberikan tausiah dalam tablik akbar peringatan Isra Mikraj diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam ANS-nonANS Tangsel, di halaman Kantor Kemenag Tangsel, Selasa (17/4/2018). - JIBI/Nurudin Abdullah

Bisnis.com, TANGSEL - Para penyuluh bidang keagamaan Islam di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, diminta terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing.

Kepala Kantor Kementerian Agama Tangerang Selatan, Abdul Rajak, mengatakan penyuluh bidang keagamaan Islam, baik sebagai Aparatur Negara Sipil (ANS) maupun non-ANS, senantiasa bekerja sama untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Bukan hanya para penyuluh, tetapi juga seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Tangsel harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan bahkan harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dia menyampaikan hal itu dalam acara tablik akbar Peringatan Isra dan Mi’raj yang diselenggarakan oleh para penyuluh bidang keagamaan Islam Tangsel, bertema Membumikan shalat dan melangitkan ahlak, di halaman Kantor Kemenag Tangsel, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, keberhasilan menyelenggaraan acara tablik akbar, yang mengundang banyak waga masyarakat Tangsel itu merupakan suatu prestasi, sekaligus bentuk pelayanan yang baik, dengan tidak membebani anggaran keuangan pemerintah.

Sementara itu Nasukha Abu Bakar, Pimpinan Ponpes Sabiluna Ciptim yang sekaligus merupakan penyuluh bidang keagamaan Islam Kecamtan Ciputat Timur, menjelaskan salat 5 waktu memiliki banyak makna positif bagi raga dan jiwa yang mengerjakannya.

Adapun makna positif salat bagi jiwa, lanjutnya, meliputi antara lain membuat jiwa atau hati orang yang melaksanakan menjadi semakin tenang, dan bersih hatinya karena memiliki tiket masuk surga, yaitu berupa pelaksanaan salat.

“Dan salat itu jauh lebih besar manfaatnya jika dilakukan secara berjamaah di masjid dan musala,” ujarnya

Sedangkan Aby Syma, Ketua Umum Ittihad Mubalighin Tangsel, mengatakan salat merupakan sarana untuk membersihkan hati seseorang dari berbagai sifat buruk atau hal-hal negatif yang bermuara pada nafsu setan.  

Tag : agama, tangerang selatan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top