Lapan Berpartisipasi Dalam Festival Hari Nir Bayangan di Pontianak

Fenomena Hari Tanpa Bayangan atau Hari Nir Bayangan terjadi hari ini, Rabu (21/3/2018). Untuk itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan berpartisipasi memeriahkan Festival Hari Nir Bayangan yang diadakan di Pontianak, Kalimantan Barat yang digelar pada 21-23 Maret 2018.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 21 Maret 2018 15:17 WIB
Matahari. - Wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA -- Fenomena Hari Tanpa Bayangan atau Hari Nir Bayangan terjadi hari ini, Rabu (21/3/2018). Untuk itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan berpartisipasi memeriahkan Festival Hari Nir Bayangan yang diadakan di Pontianak, Kalimantan Barat yang digelar pada 21-23 Maret 2018.

Menurut keterangan dari LAPAN, seperti dikutip Bisnis, pada festival tersebut lembaga itu akan menyajikan pertunjukkan planetarium mini, pameran sains, dan ceramah edukasi tentang antariksa.

Hari Nir Bayangan bisa dibilang sebuah peristiwa unik yang dialami oleh negara tropis seperti Indonesia. Pada tengah hari atau tepat pukul 12.00 siang, ketika matahari tepat berada di atas kepala, seseorang yang berada di daerah yang dekat garis Khatulistiwa tidak akan dapat melihat bayangannya sendiri.

Peristiwa ini terjadi karena bumi mengitari matahari pada jarak 150 juta kilometer (km) dengan periode sekitar 365 hari. Garis edar bumi yang berbentuk agak lonjong membuat bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat.

Pada 20 Maret 2018 pukul 23.15 WIB, matahari akan tepat berada di atas ekuator. Peristiwa ini dikenal sebagai vernal equinox (vernus = musim semi, equus = sama, noct = malam) karena pada hari itu, durasi siang dan malam di seluruh dunia akan sama yakni 12 jam.

Di daerah ekuator, misalnya di Pontianak, matahari akan berada di atas kepala saat tengah hari vernal equinox sehingga sebuah tugu tegak akan tampak tanpa bayangan.

Hari ini, tepatnya pada pukul 11.50 WIB, matahari akan mencapai titik puncak atau kulminasi. Setelahnya, matahari turun perlahan hingga terbenam di titik barat sekitar enam jam kemudian.

Hari Nir Bayangan tidak hanya terjadi di Pontianak atau kota-kota yang dilewati garis ekuator, melainkan dapat terjadi di kota-kota yang berada di antara 23,4 Lintang Selatan dan 23,4 Lintang Utara. Sebagai contoh, hari nir bayangan terjadi di Denpasar pada 26 Februari dan 16 Oktober.

Peristiwa ini akan terjadi dua kali, yakni pada 21 Maret 2018 dan 23 September 2018. Hingga pada pukul 12.00 WIB tadi, di Jakarta tidak terlalu terasa terjadi hari nir bayangan. Pasalnya, cuaca hari ini di DKI Jakarta diprediksi oleh BMKG berada pada kategori cuaca yang cerah tapi berawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lapan, karnaval khatulistiwa

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top