Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

5 Fakta Hari Tanpa Bayangan

Hari ini, Rabu (21/3/2018) adalah Hari Tanpa Bayangan, dan pada hari ini juga akan terjadi perubahan cuaca di Indonesia.
Nur Faizah al Bahriyatul Baqiroh, Sholahuddin Al Ayyubi
Nur Faizah al Bahriyatul Baqiroh, Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 21 Maret 2018  |  09:53 WIB
5 Fakta Hari Tanpa Bayangan
Sinar matahari - wikipedia
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA – Hari ini, Rabu (21/3/2018) adalah Hari Tanpa Bayangan, dan pada hari ini juga akan terjadi perubahan cuaca di Indonesia.

Lalu, apa saja fakta yang terkait dengan hari tanpa bayangan ini?

Profesor Riset Astronomi-Antrofisika Lapan, Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa:

Pertama, Matahari akan tepat ada di atas kepala Anda. Jadi, saat hari tanpa bayangan, orang yang berada di wilayah khatulistiwa akan merasakan matahari ada tepat di atas kepala pada tengah hari.

Karena tepat berada di atas kepala, maka ini yang mengakibatkan tidak terlihatnya atau tidak adanya bayangan tubuh seperti biasanya.

Kedua, suhu matahari meningkat atau lebih terik, karena pada hari tanpa bayangan matahari akan melewati atau melintah di atas kepala kita, jadi akan terjadi titik balik matahari atau Solstice, sehingga suhu matahari pada hari ini akan lebih terik dibandingkan hari-hari biasanya.

Ketiga, hanya terjadi di wilayah-wilayah yang dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga hanya wilayah seperti Pontianak, Kalimantan Bara yang akan merasakan dengan jelas fenomena hari tanpa bayangan ini.

Keempat, terjadi dua kali dalam setahun, di mana pada 28 September 2018 juga akan terjadi hari tanpa bayangan di wilayah yang dekat dengan garis khatulistiwa, selain itu pada hari tanpa bayangan waktu malam dan siang hari akan tepat masing-masing berlangsung selama 12 jam.

Kelima, menjadi pertanda perubahan musim. Hari tanpa bayangan menandakan adanya perubahan musim. Jadi, ini pertanda bahwa Indonesia sebagai negara tropis akan menyambut musim kemarau.

Peristiwa Hari Tanpa Bayangan tersebut terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekitar 365 hari.Pada peristiwa fenomena alam tersebut, garis tempat Bumi beredar akan berbentuk oval, sehingga Bumi bergerak lebih cepat maupun lebih lambat.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karnaval khatulistiwa
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top