Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Unit Usaha milik Baidu akan IPO di New York

Layanan streaming video iQiyi Inc., unit usaha dari raksasa mesin pencari Baidu Inc., siap melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa New York senilai US$2,4 miliar.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 Maret 2018  |  12:50 WIB
Ilustrasi. - Reuters
Ilustrasi. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA—Layanan streaming video iQiyi Inc., unit usaha dari raksasa mesin pencari Baidu Inc., siap melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa New York senilai US$2,4 miliar. Mereka kabarnya akan menggunakan dana baru itu untuk meningkatkan perluasan kontennya.

Adapun, aksi korporasi ini diharapkan untuk memberikan kekuatan modal baru bagi perusahaan. Pasalnya, perusahaan asal Negeri Panda ini juga tengah berpacu dengan kompetitornya, Youku Tudou Inc. milik Alibaba Group Holding Ltd.

Mengutip Reuters, di dalam dokumen yang mereka serahkan kepada U.S. Securities and Exchange Comission, perusahaan ini berencana untuk menawarkan sejumlah 125 juta saham deposito Amerika seharga US$17 hingga US$19 per lembar sahamnya.

Adapun, underwriter juga memiliki pilihan untuk menjual tambahan senilai 18,75 juta saham, yang jika dijual seluruhnya akan menambah nilainya menjadi sekitar US$2,7 miliar.

IQiyi yang akan melantai di bursa Nasdaq menyatakan bahwa mereka akan menggunakan sekitar setengah dari perolehan dananya akan digunakan untuk mengembangkan konten sementara 10% lainnya akan digunakan untuk menguatkan teknologi. Sisanya akan digunakan untuk tujuan umum perusahaan.

iQiyi juga menyatakan bahwa Baidu memiliki sebesar 69,6% saham di Netflix, platform video, dan akan meneruskan untuk menjadi pemegang saham pengendali setelah penawaran IPO ini.

Akhir bulan lalu, iQiyi telah memiliki 60,1 juta pengguna layaran, sebanyak lebih dari 98%-nya merupakan pelanggan berbayar.

iQiyi juga memperlihatkan pendapatannya pada 2017 telah  melonjak menjadi 17,38 miliar yuan, setara dengan US$2,7 miliar, sebuah pencapaian 55% dari tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan kerugian bersih mereka sebesar 3,74 miliar Yuan.

Adapun Bilibili, perusahaan streaming video asal China lainnya, juga akan menempatkan harga tentatif di bursa New York, untuk mengincar dana sekitar US$525 juta.

Sementara, saham depositnya akan ditawarkan dalam kisaran US$10,50-US$12,50 per lembar. Kesepakatan ini termasuk opsi untuk menambah saham sebesar 6,3 miliar untuk dijual. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo ipo baidu
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top