Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Nyepi, Kendaraan Keluar Bali Lewat Gilimanuk Tembus 11.000 Unit

Volume kendaraan yang keluar Bali dari Pelabuhan Gilimanuk menjelang Hari Raya Nyepi mengalami peningkatan lebih dari 100% jika dibandingkan dengan hari biasa.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 16 Maret 2018  |  10:04 WIB
Sejumlah kendaraan memasuki kapal saat akan menyeberang ke Pulau Jawa, di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, (18/6). - Antara
Sejumlah kendaraan memasuki kapal saat akan menyeberang ke Pulau Jawa, di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, (18/6). - Antara

Kabar24.com, DENPASAR - Volume kendaraan yang keluar Bali dari Pelabuhan Gilimanuk menjelang Hari Raya Nyepi mengalami peningkatan lebih dari 100% jika dibandingkan dengan hari biasa.

Manager Usaha PT ASDP indonesia Ferry Unit Pelabuhan Gilimanuk Heru Wahyono mengatakan puncak kepadatan arus kendaraan menuju Ketapang, Banyuwang mulai terjadi pada Kamis (15/3/2018) pukul 15.00 Wita.

“Antrian penuh di dalam pelabuhan sampai keluar area pelabuhan. Kalau dipersentasikan kemungkinan lebih dari 100% dibandingkan dengan hari biasa. Kemarin sempat antrian sampai Gelung Kori [sekitar 1,5 Km], sekarang sudah di sekitar masjid,” tuturnya saat dihubungi dari Denpasar, Jumat (16/3/2018).

Berdasarkan data ASDP Gilimanuk, volume kendaraan yang masuk Pelabuhan Gilimanuk setiap harinya sekitar 2.000 unit roda dua, dan 3.500 unit roda empat. Artinya, menjelang Nyepi jumlah kendaraan yang pergi ke luar Bali mencapai 11.000 unit.

Heru mengakui jika melihat data pada H-7 hingga H-3 sebelum Nyepi, arus kendaraan lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu.

Dia menduga, masyarakat baru memutuskan keluar Bali pada Kamis dan Jumat karena banyak yang bekerja sehingga baru pergi dari Bali ketika pekerjaanya sudah selesai.

Heru memprediksi volume kendaraan akan terus meningkat hingga Jumat malam dan akan terurai pada Sabtu (17/3/2018) dini hari sekitar 02.00 Wita.

Khusus untuk H-2 dan H-1 datanya belum keluar. Heru mengatakan kondisi kenaikan arus kendaraan sudah terjadi setiap tahun dan diantisipasi oleh manajemen ASDP. Untuk menghadapi lonjakan tersebut, ASDP Gilimanuk menyiapkan sebanyak 32 unit kapal penyeberangan.

“Untuk angkutan tidak ada penambahan kapal, hanya kami percepat proses pemuatan dan penurunannya agar dapat mengantisipasi peningkatan kendaraan,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nyepi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top