PILPRES 2019 : Golkar Anggap Poros Ketiga Hanya Poros Virtual

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto memperkirakan tak ada poros ketiga dalam pemilihan presiden 2019. Dia meyakini hanya akan ada dua pasangan calon yang bertarung.
JIBI | 16 Maret 2018 07:41 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan pengarahan pada Rapat Konsultasi Partai Golkar di Jakarta, Senin (19/2). - ANTARA/Wahyu Putro A

Kabar24.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto memperkirakan tak ada poros ketiga dalam pemilihan presiden 2019. Dia meyakini hanya akan ada dua pasangan calon yang bertarung.

"Kalau secara matematis, hanya ada dua poros," kata Airlangga di Kompleks Istana Presiden pada Kamis (15/3/2018).

Menurut dia, salah satu calon adalah Joko Widodo (Jokowi) yang telah megantongi dukungan Partai Golkar, PDI Perjuangan, PPP, Partai Nasional Demokrat, dan Partai Hanura. Poros Jokowi ini setidaknya telah memiliki kursi 62,5 persen, dari presidential threshold 20 persen.

Sementara poros lainnya, kemungkinan adalah poros Prabowo Subianto yang memiliki sekitar 20 persen kursi. Koalisi Prabowo diisi oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Partai lainnya, menurut Airlangga, akan kesulitan mengajukan satu calon presiden lagi lantaran terbentur aturan presidential threshold.

Isu poros ketiga muncul saat Sekretaris Jenderal dari Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Kebangkitan Bangsa duduk bersama membahas kemungkinan koalisi di Pacific Place, Jakarta beberapa waktu lalu. Ketiga partai itu masih belum mendeklarasikan dukungannya untuk calon tertentu hingga memutuskan melakukan penjajakan.

Airlangga menilai, poros tersebut akan menjadi poros virtual dalam pilpres 2019.

"Kecuali ada yang geser. Tapi, namanya politik nanti kita lihat," ujarnya.

Sumber : Tempo

Tag : Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top