BNN: Sindikat Narkotika Beralih ke Kalimantan

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Arman Depari menyatakan sindikat narkotika kini beralih ke Kalimantan dalam memasarkan barang haram tersebut.
Newswire | 14 Maret 2018 15:51 WIB
Ilustrasi sabu-sabu - Antara

Kabar24.com, PONTIANAK - Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Arman Depari menyatakan sindikat narkotika kini beralih ke Kalimantan dalam memasarkan barang haram tersebut.

"Karena kami sedang giat operasi di pantai timur Sumatra yang hasilnya diamankan ton-tonan narkotika jenis sabu-sabu, maka sindikat narkotika internasional itu beralih ke Kalimantan," kata Arman saat jumpa pers hasil tangkapan BNN 5 kg sabu-sabu di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Rabu (14/3/2018).

Dia menjelaskan besar kemungkinan sindikat tersebut yang selama ini masuk melalui jalur laut, lalu kemudian melalui perbatasan darat masuk dari negara tetangga ke Kalimantan, termasuk ke Kalbar.

"Mungkin pengiriman sabu-sabu ini masih dalam tahap kecil karena mereka masih dalam tahap mengetes di lapangan," ungkapnya.

Di menambahkan perbatasan memang menjadi fokus utama pengawasan dalam mencegah masuknya narkotika jaringan internasional, termasuk lembaga pemasyarakatan, karena banyak juga ditemukan kasus-kasus narkotika, malah ada yang berperan sebagai pengendali.

"Kami akan tindak tegas bagi pelaku dengan kasus narkotika, apalagi sampai melarikan diri, karena buat kami adalah sebagai bentuk perlawanan, sehingga kami tidak segan-segan melumpuhkannya," ujar Arman.

Sementara itu, BNN telah menembak mati bandar narkoba Eng Aun alias Piter warga negara Malaysia, karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas, dengan barang bukti 30.000 butir ekstasi dan 2 kg sabu-sabu.

Dalam kasus tersebut, BNN menangkap dua tersangka, yakni berinisial EA, warga negara Indonesia yang berperan sebagai kurir, dan Eng Aun alias Piter warga negara Malaysia yang tewas.

Sumber : Antara

Tag : narkoba, sabu-sabu
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top