International Women's Day: Peran Kaum Perempuan dalam Lingkungan Sosial Ditingkatkan

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, pihaknya sejauh ini telah merencanakan penetapan beberapa UU tentang Pemberdayaan Perempuan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan peran kaum perempuan dalam lingkungan sosial.
M. Richard | 14 Maret 2018 17:56 WIB
Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan sambutan seusai dilantik sebagai Ketua DPR dalam rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/1). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, pihaknya sejauh ini telah merencanakan penetapan beberapa UU tentang Pemberdayaan Perempuan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan peran kaum perempuan dalam lingkungan sosial.

"Kesetaraan gender bukan permasalahan yang dihadapi perempuan melainkan isu sosial dan kemanusian dalam artian yang sangat luas," katanya dalam acara International Women's Day DPR di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dia mengatakan, penetapan batas 30% kuota perempuan dalam calon anggota legislatif partai politik merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap peran kaum perempuan. Namun, pada praktiknya tujuan tersebut masih belum dapat tercapai. "Karena jumlah anggota DPR RI yang lolos hanya 97 orang, atau 17% dari 560 anggota," katanya.

Selain itu, pihaknya juga sedang menyusun pembentukan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan perlunya pemberdayaan perempuan dan UU Kesehatan yang menekankan pentingnya menjamin kesesehatan reproduksi perempuan.

Dia juga mengatakan pihaknya juga tengah membahas tentang rancangan UU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Selain itu, katanya, DPR dan pemerintah berkomitmen alokasi sumber daya dilakukan dengan cara yang efektif dan tetap memperhatikan kontribusinya terhadap kesetaraan gender.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap alokasi dana desa sebesar Rp60 triliun dapat memperhatikan gender equality, sehingga perbedaan jarak antara perempuan dan laki-laki khususnya dipedesaan dapat dikurangi.

"Saya berharap dengan pengalokasian anggran desa juga dapat memperhatikan gender equality, sehingga bisa mengurangi disparitas yang terjadi antara perempuan dan laki-laki di pedesaan," katanya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya, disparitas yang terjadi dipedesaan merupakan yang paling parah dibandingkan dengan pedesaan, karena akses dan kesempatan yang yang ada dipedesaan juga tergolong terbatas.

Disamping itu, dia mengatakan, disparitas tersebut juga dapat dilihat dari partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja domestik. "Partisipasi di pasar tenaga kerja wanita juga very left behind, Indonesia juga termasuk sangat rendah dan belum catching up," katanya.

Sri Mulyani melanjutkan, 50% dari perempuan dan anak-anak perempuan memiliki akses yang yang lebih sedikit terhadap sanitasi dan perumahan.

Hal tersebut menunjukkan perempuan selalu lebih tertinggal dibandingkan dengan laki-laki, baik di pedesaan maupun diperkotaan.

Padahal, katanya, ada study yang mengatakan keberadaan perempuan dalam lini manajemen mana saja dapat memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap organisasi tersebut.

Bahkan kehadiran perempuan di dalam manajerial atas dapat memberikan pandangan yang luas, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih prudent.

Tag : perempuan
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top